Kementerian Luar Negeri Korea Selatan melaporkan bahwa kapal pengangkut curah milik HMM Co., Ltd mengalami serangan misterius di Selat Hormuz. Pada Senin (4/5), bagian buritan kapal dihantam dua objek tak dikenal saat kapal tersebut sedang terdampar di perairan strategis tersebut.
Insiden ini bukan yang pertama menimpa kapal milik Korea Selatan di kawasan ini. Seminggu sebelumnya, kapal HMM Namu mengalami ledakan dan kebakaran saat berlabuh di dekat Uni Emirat Arab. Beruntung, tidak ada korban luka dari kedua insiden tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut bahwa serangan terhadap kapal tersebut diduga berkaitan dengan aksi Iran. Sementara itu, Korea Selatan masih melakukan penyelidikan mendalam dan kapal HMM Namu sudah ditarik ke pelabuhan Dubai untuk proses inspeksi. Meski terekam kamera pengawas, pihak berwenang belum dapat memastikan apa benda yang menghantam kapal dan sedang mengumpulkan puing-puing untuk dianalisis lebih lanjut.
Menurut juru bicara Kemenlu Korea Selatan, insiden terjadi pukul 15.30 saat benda tersebut menghantam buritan kiri kapal. Dampaknya, area seluas 7 x 5 meter terbakar, namun tidak terkait dengan ranjau laut, mesin, generator, maupun boiler kapal. Korea Selatan telah menghubungi berbagai negara, termasuk Iran, untuk meminta klarifikasi, namun Iran membantah bertanggung jawab dan belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini.

