Inggris bersiap mengirim kapal perang jenis perusak HMS Dragon ke kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari langkah strategis untuk mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Pengiriman ini dilakukan menjelang operasi internasional yang bertujuan melindungi arus perdagangan global dan mengatasi ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa penempatan kapal HMS Dragon merupakan bagian dari rencana matang untuk memperkuat kepercayaan pelayaran komersial serta mendukung upaya pembersihan ranjau laut pasca konflik Iran yang dipicu oleh agresi Amerika Serikat dan Israel. Menurut juru bicara kementerian, langkah ini juga merupakan bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin Inggris dan Prancis, yang bertujuan mengamankan Selat Hormuz ketika situasi memungkinkan.
Rencana militer ini muncul setelah pertemuan dua hari yang diikuti oleh lebih dari 44 negara di London, di mana mereka membahas rincian misi bersama untuk menjaga keamanan jalur pelayaran utama di kawasan strategis tersebut. Hasilnya, sekitar 40 negara menyatakan kesediaannya berpartisipasi dalam misi internasional ini, yang diyakini mampu memulihkan stabilitas dan kelancaran arus perdagangan melalui Selat Hormuz.
Ketegangan di kawasan semakin meningkat sejak Iran menutup Selat Hormuz beberapa bulan terakhir, yang menyebabkan sekitar satu per lima ekspor minyak dunia terganggu. Situasi ini menyebabkan kekacauan di pasar global dan menimbulkan kenaikan harga minyak. Sementara itu, ketegangan memuncak dengan serangan balasan Iran terhadap kapal tanker berbendera Iran oleh jet tempur AS, sebagai respons terhadap serangan terhadap kapal mereka, yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi krisis energi yang lebih luas.

