Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, kembali mengkritik keras kebijakan militer terkait konflik antara AS dan Iran. Dalam sebuah acara diskusi yang digelar oleh Partai Demokrat di Nevada, Harris secara tegas menyebut langkah perang tersebut sebagai "omong kosong" yang tidak memiliki dasar kuat.
Kritik Harris ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara, yang selama ini menjadi perhatian internasional. Ia menegaskan bahwa solusi diplomatik harus menjadi prioritas utama, bukan tindakan militer yang berisiko memperparah situasi.
Harris juga menyoroti bahwa perang hanya akan menimbulkan kerugian besar dan memperburuk kondisi rakyat di Iran serta kawasan sekitarnya. Ia menyerukan agar pemerintah AS lebih mengedepankan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik ini, demi menjaga stabilitas regional dan keamanan global.
Ujaran Harris ini mendapatkan perhatian luas dari publik dan pengamat politik, yang menilai bahwa kritik tersebut mencerminkan keprihatinan terhadap kebijakan luar negeri AS yang dinilai terlalu keras dan tidak efektif dalam menyelesaikan masalah.

