Jakarta – Aktor dan tokoh masyarakat Mamdani menyatakan keinginannya agar Inggris mengembalikan berlian Koh-i Noor ke India, yang selama ini menjadi bagian dari warisan budaya negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan Mamdani menjelang pertemuannya dengan Raja Charles III di acara peringatan 9/11 di New York pada Rabu (29/4) lalu.
"Jika kesempatan muncul, saya akan mendorong raja untuk mengembalikan Koh-i Noor ke India," ujar Mamdani, dikutip dari sumber terpercaya. Ia menilai bahwa berlian kuno tersebut merupakan warisan budaya yang seharusnya kembali ke tanah asalnya, mengingat sejarah panjangnya yang penuh kontrovorsi dan pertempuran.
Walaupun belum ada konfirmasi resmi mengenai tindak lanjut pembicaraan tersebut, Mamdani tampak berbincang singkat dan bersalaman dengan Raja Charles saat pertemuan berlangsung. Isu pengembalian berlian yang dikenal sebagai 'terkutuk' ini memang menjadi perdebatan panjang, mengingat sejarahnya yang penuh dengan intrik dan kekerasan.
Berlian Koh-i Noor, yang berasal dari tambang di India ribuan tahun lalu, dikenal sebagai salah satu batu permata paling terkenal dan penuh mitos di dunia. Konon, batu ini membawa kutukan karena proses perolehannya yang penuh kekerasan dan penjarahan selama masa penjajahan Inggris dan kerajaan India, seperti yang diungkapkan oleh sarjana Richard Kurin dalam buku 'Hope Diamond: The Legendary History of a Cursed Gem'.
Sejarah panjang berlian ini meliputi pergeseran kekuasaan dari berbagai penguasa di India, termasuk dinasti Mughal dan invasi Persia. Pada tahun 1739, Nader Shah dari Persia merebut Koh-i Noor dan membawanya keluar dari India, menambah daftar panjang penderitaan dan kekerasan yang menyertai batu berharga ini. Kini, banyak pihak menilai bahwa saatnya berlian tersebut kembali ke tanah asalnya sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dipulangkan.

