Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali menyuarakan kritik keras terhadap keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Lewat pernyataan yang disiarkan stasiun televisi Iran pada Kamis (30/4), Khamenei menegaskan bahwa kehadiran militer AS di kawasan menjadi faktor utama yang mengganggu stabilitas dan keamanan regional.
Khamenei menyalahkan keberadaan pangkalan-pangkalan militer yang dianggap sebagai "pangkalan boneka Amerika" sebagai sumber ketidakamanan yang terus berlanjut. Ia menyoroti serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu sebagai contoh nyata dari ketegangan yang dipicu oleh kehadiran militer asing. Iran menanggapi agresi tersebut dengan menargetkan aset dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia.
Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan tersebut tidak memiliki kekuatan atau kapasitas untuk menjamin keamanan mereka sendiri, apalagi memberikan perlindungan bagi negara-negara yang bergantung pada Amerika. Ia juga menegaskan tekad Iran untuk menjaga keamanan kawasan Teluk Persia dan mengendalikan jalur perairan strategis seperti Selat Hormuz, demi mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi regional.
Sejak menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil langsung di depan publik. Informasi terakhir menyebutkan bahwa keberadaannya masih dirahasiakan, menimbulkan sejumlah spekulasi mengingat laporan intelijen AS yang menyatakan kondisi kesehatannya sempat kritis. Pernyataan ini menunjukkan ketegasan Iran dalam menanggapi ketegangan yang terus memanas di Timur Tengah.

