Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pembangunan ballroom baru di Gedung Putih sebagai langkah antisipasi terhadap insiden penembakan yang terjadi saat White House Correspondents' Dinner pada Sabtu (25/4). Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Ibu Negara Melania Trump, sebelum terjadi insiden yang mengkhawatirkan.
Setelah penembakan yang mengguncang acara tersebut, Trump menegaskan bahwa peningkatan keamanan menjadi prioritas utama. Ia menyatakan bahwa pembangunan ballroom di atas bekas East Wing akan dilengkapi dengan fitur keamanan canggih, seperti kaca anti peluru dan perlindungan terhadap drone, agar presiden dan tamu lainnya tetap aman saat beraktivitas di Gedung Putih.
Ballroom yang direncanakan memiliki luas sekitar 8.361 meter persegi dan diyakini akan memenuhi standar perlindungan tertinggi. Trump menuturkan bahwa fasilitas ini sangat penting untuk mendukung penyelenggaraan acara kenegaraan berskala besar dan telah menjadi kebutuhan sejak 150 tahun lalu, namun kini menjadi prioritas karena meningkatnya ancaman keamanan.
Sementara itu, Jaksa Agung sementara Todd Blanche menyatakan bahwa tersangka penembakan kemungkinan besar akan didakwa segera. Insiden tersebut memaksa Presiden Trump dan rombongan dievakuasi dari lokasi, dan pelaku serta senjatanya telah ditangkap oleh aparat keamanan. Trump pun memuji kinerja Secret Service dan aparat penegak hukum atas respons cepat mereka, serta menyatakan bahwa acara akan dilanjutkan sesuai arahan petugas keamanan.

