Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Biaya Listrik Masjidil Haram Capai Rp69 Miliar per Bulan

Biaya Listrik Masjidil Haram Capai Rp69 Miliar per Bulan
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi1 menit baca8 kali dibaca

Jakarta – Masjidil Haram di Mekkah, pusat ibadah utama umat Muslim, menghadapi biaya listrik yang mencapai sekitar Rp69 miliar setiap bulan. Angka ini terungkap menjelang musim haji 2026 yang diperkirakan akan diikuti 1,8 hingga 2 juta jamaah dari seluruh dunia.

Dalam rangka mendukung aktivitas ibadah dan pemeliharaan, Masjidil Haram mengonsumsi energi sebesar hampir 100 megavolt ampere (MVA) harian. Konsumsi energi ini digunakan untuk mengoperasikan berbagai infrastruktur penting seperti sistem audio, kamera pengawas, penerangan, pendingin udara, eskalator, hingga layar interaktif dalam berbagai bahasa.

Media Saudi, Al Ekhbariya TV, melaporkan bahwa fasilitas di masjid ini meliputi 8.000 speaker, lebih dari 8.000 kamera pengawasan, 120.000 unit penerangan, 883 unit pendingin udara dengan kapasitas total 155.000 ton, serta 519 kipas ventilasi dan pengkabutan udara. Semua sistem ini berkontribusi besar terhadap kenyamanan dan keamanan jamaah selama beribadah.

Tak hanya saat musim haji, Masjidil Haram juga dipenuhi oleh ratusan ribu jamaah selama bulan Ramadan. Beberapa pihak menyarankan agar biaya operasional yang besar ini ditanggung melalui biaya khusus yang dikenakan kepada hotel dan bisnis di sekitar Mekkah, demi menjaga keberlanjutan dan keberlangsungan layanan ibadah ini.