Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Suriah Mulai Buka Dialog Dengan Israel soal Dataran Tinggi Golan

Suriah Mulai Buka Dialog Dengan Israel soal Dataran Tinggi Golan
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi1 menit baca0 kali dibaca

Suriah semakin menunjukkan niatnya untuk memulai dialog dengan Israel terkait Dataran Tinggi Golan, wilayah yang diduduki secara ilegal oleh Israel sejak 1967. Di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed Al Sharaa, Suriah menyatakan kesiapan untuk menggelar negosiasi panjang demi mencari solusi damai atas sengketa tersebut.

Pada acara forum diplomatik di Antalya, Turki, Jumat (17/4), Al Sharaa menegaskan bahwa Suriah tengah mempertimbangkan langkah-langkah strategis terkait perjanjian keamanan dan penarikan pasukan Israel di wilayah tersebut. Ia menambahkan, Suriah ingin membentuk aturan baru yang dapat mengaktifkan kembali perjanjian pemisahan pasukan dan mencapai kesepakatan yang menjamin keamanan kedua belah pihak.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al Shaibani menyebutkan bahwa negosiasi sedang berlangsung untuk mengamankan wilayah-wilayah yang baru saja diduduki Israel, meskipun isu Dataran Tinggi Golan belum menjadi bagian dari pembicaraan tersebut. Sementara itu, Israel secara tegas menolak menyerahkan kembali Golan, wilayah yang direbut selama Perang Arab-Israel 1967 dan kemudian dicaplok secara unilateral.

Langkah ini menandai perubahan sikap Suriah, yang selama ini belum memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel. Mengingat ketegangan yang terus berlangsung, diplomasi di kawasan ini menjadi penting untuk mencegah eskalasi konflik dan membuka jalan perdamaian yang selama ini sulit tercapai.