Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh, menimbulkan reaksi positif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyatakan rasa terima kasihnya karena jalur penting tersebut telah dibuka lagi untuk kapal-kapal komersial.
Pengumuman Iran tersebut muncul setelah Lebanon dan Israel menyepakati gencatan senjata selama 10 hari, yang mulai berlaku pukul 17.00 waktu setempat. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz kini dapat dilalui sepenuhnya, asalkan kapal-kapal tersebut mengikuti rute terkoordinasi yang ditetapkan otoritas maritim Iran.
Penutupan Selat Hormuz sebelumnya dilakukan Iran sebagai strategi tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel dalam upaya memperjuangkan kepentingan mereka. Langkah ini menyebabkan kekhawatiran global terhadap potensi krisis bahan bakar minyak dan kenaikan harga minyak dunia. Amerika Serikat juga turut memblokade kapal-kapal Iran, memperburuk ketegangan yang sudah berlangsung.
Meski demikian, perundingan damai antara AS dan Iran sempat dilakukan di Islamabad, Pakistan, pekan lalu. Sayangnya, dialog tersebut berakhir buntu karena kedua pihak tetap bersikukuh pada posisi mereka, dengan AS menuntut Iran menghentikan program nuklirnya dan Iran menyoroti serangan sekutu, termasuk Israel, ke Lebanon. Situasi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama dunia karena potensi dampaknya terhadap stabilitas regional dan global.

