Paus Leo XIV akan melakukan kunjungan bersejarah ke Vietnam, menandai kunjungan pertama seorang Paus ke negara Asia Tenggara tersebut sejak hubungan diplomatik yang kembali dekat. Kunjungan ini diakui sebagai langkah penting dalam mempererat hubungan antara Vatikan dan Vietnam yang telah lama terjalin kembali setelah periode ketegangan sejak berakhirnya Perang Vietnam pada 1975.
Menurut Ketua Majelis Nasional Vietnam, Tran Thanh Man, undangan resmi untuk kunjungan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam. Paus Leo XIV menyambut baik undangan ini dan menyampaikan rasa terima kasihnya, menegaskan bahwa kunjungan ini akan memperkuat hubungan bilateral dan mendukung perdamaian serta kemakmuran di kawasan.
Meski selama ini Vietnam belum memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Vatikan, keduanya mulai membuka jalan setelah menyepakati 'Perwakilan Kepausan Tetap' pada tahun 2023. Sebelumnya, Paus Fransiskus juga diundang untuk mengunjungi Vietnam, namun undangan tersebut hanya direspon oleh menteri luar negeri de facto Vatikan pada musim semi 2024. Kedatangan Paus Leo XIV diharapkan akan memperdalam hubungan keagamaan dan diplomatik antara kedua negara, yang juga memiliki sekitar enam juta umat Katolik di Vietnam.
Selama pertemuan dengan pejabat pemerintah Vietnam, Tran Thanh Man menyatakan komitmen untuk mendorong langkah-langkah strategis demi meningkatkan kerjasama dan mencapai kesejahteraan rakyat. Kunjungan ini diharapkan mampu menjadi tonggak baru dalam hubungan internasional Vietnam dan Vatikan, sekaligus memperkuat perdamaian global.

