Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Intelijen AS: Iran Masih Punya Banyak Senjata untuk Serang Amerika

Intelijen AS: Iran Masih Punya Banyak Senjata untuk Serang Amerika
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca5 kali dibaca

Menurut laporan terbaru dari sumber intelijen Amerika Serikat, Iran masih menyimpan sekitar 50 persen rudal dan persenjataan lainnya yang tetap utuh meskipun negara tersebut mengalami serangan besar-besaran. Data ini mengungkapkan bahwa banyak rudal yang saat ini tidak dapat diakses langsung, karena terkubur di bawah tanah akibat serangan sebelumnya tetapi tidak hancur total.

Sumber tersebut menyampaikan bahwa Iran mampu mempertahankan kapasitas militernya, termasuk rudal jelajah pertahanan pantai yang berfungsi sebagai ancaman serius terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormoz. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan Iran untuk mengganggu stabilitas regional tetap signifikan dan berkelanjutan.

Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Iran masih mampu menimbulkan kekacauan besar di kawasan, meskipun AS mengklaim telah menghancurkan sebagian besar fasilitas militernya. Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menanggapi pernyataan tersebut dengan menyebut sumber anonim itu berusaha meremehkan keberhasilan militer AS dalam Operasi Epic Fury.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kapasitas rudal dan drone Iran telah sangat dibatasi, dengan klaim bahwa pabrik senjata serta peluncur roket Iran telah dihancurkan dan hanya tersisa sebagian kecil. Data menunjukkan bahwa sejak awal konflik, serangan rudal balistik dan drone kamikaze terhadap pasukan AS turun hingga 90 persen, meskipun dalam kenyataannya, serangan terus berlanjut dan menewaskan sejumlah pemimpin Iran, termasuk laporan tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dan Ali Larijani.