Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Warga AS Geram Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Global

Warga AS Geram Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Global
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat, menyentuh angka tertinggi sejak lama. Pada Selasa (31/3), harga bensin di berbagai wilayah AS meningkat drastis, dengan kenaikan hingga 35 persen dan melampaui batas US$4 (sekitar Rp68 ribu) per galon.

Sejumlah warga menyuarakan kekecewaan dan kekhawatiran mereka terhadap situasi ini. Jeanne Williams, 83 tahun dari Richmond, Virginia, mengungkapkan kejutan saat melihat harga di pom bensin Liberty yang mencapai US$4,25 per galon. Ia menyatakan, "Kami tidak meminta perang ini," dan mengaku bingung serta tidak senang dengan keadaan yang menimpa masyarakatnya.

Selain Williams, warga lain seperti Luis Ramos dan David Lee juga mengeluhkan beban biaya hidup yang semakin membebani mereka akibat melonjaknya harga bahan bakar. Mereka menyebut kenaikan ini sebagai akibat langsung dari krisis energi yang dipicu konflik global yang sedang berlangsung. Beberapa warga bahkan menyatakan bahwa kenaikan harga bensin berdampak langsung pada pengeluaran harian dan kualitas hidup mereka, terutama yang bergantung pada kendaraan bermotor.

Para pengamat dan warga menilai bahwa perang yang berlangsung sejak 28 Februari lalu ini telah menimbulkan krisis energi global, menyebabkan harga minyak mentah tembus lebih dari US$100 per barel. Dampaknya, berbagai negara dari Asia hingga Eropa mulai menerapkan langkah antisipatif, termasuk kerja dari rumah dan beralih ke transportasi umum, untuk mengurangi beban ekonomi masyarakatnya.