Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Houthi Ancaman Tutup Bab Al Mandab, Ketegangan Baru di Timur Tengah

Houthi Ancaman Tutup Bab Al Mandab, Ketegangan Baru di Timur Tengah
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah milisi Houthi di Yaman mengumumkan ancaman menutup Bab Al Mandab, selat strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Arab. Ancaman ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat akibat dukungan Houthi terhadap Iran dan keterlibatan mereka dalam konflik regional.

Houthi, yang dikenal sebagai proksi Iran di Yaman, sebelumnya ikut berperang membela Iran dalam konflik melawan Israel dan Amerika Serikat. Mereka bahkan meluncurkan rudal balistik ke wilayah pendudukan Israel dari Yaman, sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dan kelompok Hizbullah Lebanon. Sekarang, mereka mengisyaratkan akan melakukan blokade terhadap Bab Al Mandab dan melancarkan serangan terhadap kapal-kapal dari AS, Israel, serta sekutu mereka.

Wakil Menteri Informasi Houthi, Mohammed Mansour, menyatakan bahwa kelompoknya sedang berkoordinasi dengan Iran, Lebanon, dan Irak untuk memperkuat posisi mereka. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan meningkatkan tekanan terhadap Israel dan Amerika Serikat serta mendukung perjuangan Palestina. Mansour menambahkan bahwa Bab Al Mandab dan jalur di sekitar Teluk Aden menjadi pilihan utama dalam strategi tekanan ini, mengingat pentingnya jalur tersebut dalam pengiriman minyak dan barang global.

Pengamat dan pihak internasional memperingatkan bahwa jika Houthi benar-benar menutup Bab Al Mandab, dampaknya terhadap perdagangan global akan sangat besar. Terlebih lagi, Iran juga telah menutup Selat Hormuz, sehingga ketegangan di kawasan ini berpotensi mengganggu arus perdagangan dunia yang sudah rapuh akibat konflik dan sanksi internasional. Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah semakin kompleks dan berpotensi menimbulkan dampak luas bagi stabilitas regional dan global.