Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dalam rapat kabinet pada Kamis, 26 Maret 2026, bahwa mengambil alih kendali atas sumber minyak Iran merupakan opsi yang sedang dipertimbangkan. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa ia tidak akan membahas langkah tersebut secara terbuka.
Pernyataan ini menimbulkan spekulasi mengenai kebijakan AS terhadap Iran, terutama terkait upaya pengaruh terhadap ekonomi negara tersebut melalui kontrol sumber daya minyaknya. Trump menambahkan, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi yang harus dipertimbangkan secara matang, tanpa mengungkapkan rencana konkret.
Langkah ini muncul di tengah ketegangan diplomatik yang terus berlangsung antara AS dan Iran, dengan fokus pada sanksi ekonomi dan pengaruh geopolitik di kawasan. Pengamat menilai, sikap Trump ini menunjukkan kerasnya posisi AS dalam menghadapi Iran dan potensi tindakan yang lebih tegas.
Sementara itu, pihak Iran belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan tersebut. Keputusan tersebut, jika diambil, dapat memiliki dampak besar terhadap stabilitas regional dan pasar minyak global, yang selama ini sangat dipengaruhi oleh situasi di Timur Tengah.

