Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengejutkan dunia dengan mengungkapkan bahwa Kuba menjadi target militer AS berikutnya usai keberhasilannya menekan Iran. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam acara Future Investment Initiative Summit di Miami, Florida, Selasa (24/3), di tengah ketegangan global yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Dalam pidatonya, Trump secara tegas menyatakan bahwa meskipun kekuatan militer AS telah dibangun dengan sangat kuat, terkadang langkah tegas harus diambil. "Kuba akan menjadi target berikutnya," katanya, menambahkan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan negosiasi keras dengan pemerintah Kuba melalui Menteri Luar Negeri, Marco Rubio, yang dikenal sebagai keturunan imigran Kuba.
Sementara itu, hubungan diplomatik kedua negara memanas setelah Washington secara resmi menuntut pengunduran diri Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel. Tuntutan ini ditolak keras oleh Kuba, yang kemudian mengundang ancaman penggunaan kekuatan militer dari Trump. Di tengah ketegangan ini, Trump juga mengklaim bahwa Iran kini sangat menginginkan kesepakatan damai dan bahwa negosiasi sedang berlangsung, meskipun ia menegaskan perang belum berakhir dan menyatakan bahwa kekuatan militer Iran, termasuk angkatan laut dan pertahanan udara, telah hancur total.
Trump bahkan menyebut bahwa putra Khamenei, Mojtaba, kemungkinan telah meninggal atau berada dalam kondisi buruk, serta mengungkapkan masih ada 3.554 target di Iran yang akan segera diselesaikan. Ia juga mengkritik sekutu NATO yang menolak mengirim kapal perang ke Selat Hormuz, menyebutnya sebagai "kesalahan besar" dan mengancam akan menuntut kompensasi finansial dari NATO. Dalam konteks operasi militer terhadap Iran, Trump membela diri dengan menyebutnya sebagai "operasi militer" dan bukan perang, sehingga tidak memerlukan persetujuan Kongres.
Di akhir pidatonya, Trump sempat berkelakar agar media "berpura-pura tidak mendengar" pernyataannya tentang Kuba, meskipun ancaman tersebut mencerminkan arah kebijakan luar negeri AS yang semakin keras dan tegas.

