Kementerian Kesehatan India mengeluarkan peringatan serius terkait potensi bahaya penggunaan obat penurun berat badan secara sembarangan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul berakhirnya masa perlindungan paten semaglutide, bahan aktif dalam obat populer seperti Ozempic dan Wegovy, yang berlaku hingga 20 Maret 2026 di India.
Produsen obat generik mulai memanfaatkan peluang ini dengan meluncurkan versi murah dari semaglutide, yang dapat diakses melalui apotek, platform daring, dan klinik kesehatan dengan harga berkisar antara 1.300 hingga 4.200 rupee (sekitar Rp234.000 hingga Rp757.000). Penjualan obat ini di India diperkirakan meningkat pesat, dari US$153 juta pada 2026 menjadi lebih dari setengah miliar dolar pada tahun 2030.
Meski menawarkan alternatif lebih terjangkau, Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan semaglutide tanpa pengawasan medis bisa menyebabkan efek samping serius dan risiko kesehatan lainnya. Mereka menegaskan pentingnya pengawasan dokter agar penggunaan obat ini aman dan efektif.
Sementara itu, data menunjukkan India masih menghadapi tantangan besar dalam masalah gizi dan obesitas. Negara ini menyumbang sepertiga dari kasus kekurangan gizi dunia, di tengah peningkatan angka obesitas yang mencapai 24 persen pada wanita dan 23 persen pada pria pada Maret 2025. Para ahli, termasuk Simon Barquera dari Federasi Obesitas Dunia, mengingatkan bahwa penanganan obesitas harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya melalui pengobatan semata.

