Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Pemukim Israel Bakar Properti Warga Palestina di Tepi Barat, Situasi Memanas

Pemukim Israel Bakar Properti Warga Palestina di Tepi Barat, Situasi Memanas
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Ketegangan di Tepi Barat terus meningkat setelah sekelompok pemukim Israel melakukan aksi kekerasan dengan membakar properti warga Palestina di beberapa desa. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan yang didukung oleh pasukan kolonial Israel, yang mengakibatkan beberapa warga Palestina luka-luka dan properti mereka rusak.

Kementerian Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi dan mengecam keras kejadian tersebut, serta mengerahkan pasukan dan polisi ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Juru bicara IDF menyatakan bahwa pasukan keamanan akan terus beraksi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut, menyusul laporan tentang serangan dan pembakaran yang dilakukan oleh warga sipil Israel terhadap properti warga Palestina.

Aksi kekerasan ini dilaporkan berlangsung pada Sabtu (21/3) malam di desa Fandaqumiya, selatan Jenin. Rumah dan kendaraan warga Palestina dibakar oleh koloni Israel, yang secara tiba-tiba menyerbu desa tersebut. Menurut saksi, warga Palestina yang berusaha mencegah kekerasan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Selain di Fandaqumiya, kekerasan serupa juga terjadi di kota Seilat al-Dhahr, di mana warga koloni Israel menargetkan rumah dan melakukan penyerangan terhadap warga setempat.

Palestina melalui Kantor Presidennya mengutuk keras serangan-serangan yang dilakukan oleh kelompok koloni Israel tersebut. Mereka menyebut aksi ini sebagai eskalasi serius yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah Israel. Kepresidenan Palestina menegaskan bahwa kekerasan tersebut dilakukan dengan perlindungan pasukan Israel dan dukungan dari kelompok sayap kanan Zionis yang ekstremis. Menurut data kementerian kesehatan Palestina, sejak awal Maret, enam warga Palestina tewas ditembak oleh pemukim Israel, dan total korban tewas sejak dimulainya perang Gaza telah mencapai lebih dari 1.050 orang, termasuk warga sipil dan militan.

Sementara itu, angka resmi dari Israel menyebutkan bahwa 45 warga Israel, baik tentara maupun warga sipil, telah meninggal dunia akibat serangan dari kelompok Palestina atau operasi militer Israel. Situasi yang semakin memanas ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat di wilayah Palestina dan Tepi Barat yang diduduki sejak 1967, seiring dengan konflik yang berkecamuk di kawasan Timur Tengah.