Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Netanyahu Sebut Serangan Rudal Iran ke Israel sebagai Malam yang Sulit

Netanyahu Sebut Serangan Rudal Iran ke Israel sebagai Malam yang Sulit
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi1 menit baca0 kali dibaca

PM Israel Naftali Bennett menyatakan bahwa serangan rudal Iran ke wilayah selatan Israel pada Sabtu, 21 Maret, menjadi momen yang sangat berat bagi negara tersebut. Serangan tersebut menargetkan kota-kota seperti Dimona dan Arad, yang dekat dengan pusat riset nuklir Israel, dan menyebabkan kerusakan signifikan serta luka-luka di antara warga sipil.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut malam tersebut sebagai masa yang penuh tantangan dan menyampaikan doa untuk kesembuhan para korban. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menanggapi agresi dari Iran dengan langkah-langkah tegas dan tidak akan mundur dari upaya mempertahankan keamanan nasional.

Serangan rudal Iran diperkirakan melukai lebih dari 100 orang, dengan 88 di antaranya di Arad dan 39 di Dimona. Beberapa korban mengalami luka serius, termasuk seorang anak berusia 10 tahun di Dimona yang berada dalam kondisi kritis. Ledakan dan kebakaran akibat serangan ini menyebabkan kerusakan bangunan yang luas dan memperlihatkan eskalasi ketegangan di kawasan.

PM Netanyahu menegaskan bahwa pasukan darurat dan tim penyelamat sedang bekerja keras di lapangan, dan menginstruksikan semua pihak untuk mematuhi arahan dari Komando Front Dalam Negeri. Ia menegaskan bahwa Israel berkomitmen untuk melanjutkan serangan terhadap musuh-musuhnya dan melindungi warga negara dari ancaman yang terus meningkat.