Jayapura, fajarpapua.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura memastikan ketersediaan stok obat-obatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, drg. Adi Kurniawan, menjelaskan persediaan obat yang tersedia saat ini difokuskan untuk penanganan 10 jenis penyakit terbanyak yang sering ditemukan di fasilitas layanan kesehatan.
“Obat untuk 10 jenis penyakit teratas mulai dari obat malaria, paracetamol, ISPA dan lainnya, stoknya masih aman sampai sekarang,” kata drg. Adi, Minggu (22/2).
Ia menyebutkan, beberapa jenis obat masih menunggu proses pembayaran kepada pihak ketiga.
Hal tersebut berkaitan dengan pengadaan obat pada Tahun 2025 yang hingga kini masih dalam tahap penyelesaian administrasi.
“Memang masih ada obat yang menunggu pembayaran ke pihak ketiga. Dalam waktu dekat kami harapkan bisa terselesaikan sehingga stok obat yang sudah kami pesan dapat segera didistribusikan,” jelasnya.
Menurutnya, sejumlah kewajiban pembayaran dari pengadaan tahun 2025 masih dalam proses dan menunggu realisasi anggaran agar distribusi obat dapat berjalan maksimal ke seluruh Puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Jayapura.
Dinas Kesehatan juga memprioritaskan pengadaan obat untuk penyakit yang masuk dalam 10 besar kasus terbanyak di daerah tersebut, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), malaria, asam urat, serta beberapa penyakit umum lainnya.
“Penyakit ISPA dan malaria termasuk yang cukup tinggi dalam 10 besar kasus di Kabupaten Jayapura. Karena itu stok obat seperti obat malaria, primakuin, paracetamol, serta obat batuk dan pilek harus kami siapkan lebih banyak,” ujarnya.
Adi berharap proses pembayaran pengadaan obat dapat segera terealisasi sehingga distribusi obat ke fasilitas kesehatan berjalan lancar dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mengalami hambatan. (hsb)

