Nabire, fajarpapua.com – Kabupaten Mimika resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026.
Penegasan tersebut mengemuka dalam Rapat Internal Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Papua Tengah yang digelar di Gedung Islamic Center Nabire, awal pekan ini.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua LPTQ Provinsi Papua Tengah, Ukkas, S.Sos., M.KP., itu secara khusus membahas persiapan pelaksanaan MTQ 2026 yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Mimika.
Selain itu, forum juga membicarakan sejumlah program strategis LPTQ, termasuk persiapan qori dan qoriah menghadapi MTQ Tingkat Nasional di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Ukkas menegaskan penunjukan Mimika sebagai tuan rumah menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan tilawah Al-Qur’an di Papua Tengah.
“Pelaksanaan MTQ ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ajang menjaring qori dan qoriah terbaik yang nantinya akan mewakili Papua Tengah pada MTQ Tingkat Nasional,” ujar Ukkas.
Ia berharap seluruh LPTQ kabupaten dapat lebih aktif menyelenggarakan MTQ di wilayah masing-masing guna menggali potensi terbaik yang akan dikirim ke tingkat provinsi.
Rapat tersebut dihadiri para Ketua LPTQ kabupaten se-Papua Tengah, yakni Nabire (4 orang), Mimika (3 orang), Dogiyai (1 orang), Deiyai (1 orang), Paniai (2 orang), Puncak (1 orang), dan Puncak Jaya (1 orang).
Sementara LPTQ Kabupaten Intan Jaya tidak dapat hadir karena kendala transportasi.
Pengurus inti, koordinator bidang dan sub bidang LPTQ Provinsi Papua Tengah juga turut hadir sebanyak 10 orang.
Sementara itu, Sekretaris LPTQ Provinsi Papua Tengah, Ir. Wahyu Budi Santoso, M.M., memaparkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPTQ Tahun 2025 di Jakarta.
Ia menyampaikan adanya perubahan jadwal pelaksanaan MTQ Nasional serta pentingnya penguatan struktur organisasi LPTQ dari pusat hingga daerah.
“LPTQ daerah perlu memperkuat manajemen talenta MTQ, standarisasi venue, serta peningkatan kompetensi penyelenggara, mulai dari dewan hakim, panitera, panitia hingga admin,” jelas Wahyu.
Dalam rapat itu juga ditegaskan seluruh penyelenggaraan MTQ maupun STQ ke depan diharapkan sudah menggunakan aplikasi digital e-MTQ, meliputi e-pendaftaran, e-Maqra, dan e-Scoring.
Transformasi digital ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme pelaksanaan MTQ di seluruh Indonesia.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis, dengan sejumlah masukan dari para Ketua LPTQ kabupaten terkait penguatan dewan hakim dan kesiapan implementasi digitalisasi e-MTQ di daerah masing-masing.
Rapat Internal LPTQ se-Provinsi Papua Tengah kemudian ditutup dengan foto bersama serta ucapan selamat menyambut Bulan Ramadhan 1447 Hijriah. (red)

