Lewati ke konten utama

Warga Distrik Hoya Keluhkan Kondisi Jembatan Gantung Jementi-Jawa, Waktu Tempuh Perjalanan Bisa Capai 4 Jam

Redaksi FPPenulis
05.27 WIT1 menit baca29 dibaca
IMG-20250817-WA0128
IMG-20250817-WA0128Foto / BERITA UTAMA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Warga Distrik Hoya, Kabupaten Mimika, menyuarakan keluhan terkait kondisi jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Jementi dan Kampung Jawa. Sejak tahun 2022 hingga kini, jembatan tersebut belum mendapat perhatian, padahal menjadi akses utama masyarakat setempat.

Dalam rilis yang diterima fajarpapua.com, Minggu (17/8), warga mengaku kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan dan rapuh sehingga membahayakan keselamatan. Akibat kerusakan itu, waktu tempuh perjalanan yang biasanya hanya sekitar 1 jam kini bisa mencapai 4 jam karena warga harus mencari jalur alternatif yang sulit dan jauh.

“Hal ini sangat menghambat akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat Distrik Hoya,” ujar Anton Ogolmagai dalam rilis tersebut.

Ia menyatakan, masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan atau pembangunan ulang jembatan gantung dengan konstruksi yang aman dan kokoh. “Kami minta pemerintah turun tangan. Jembatan ini satu-satunya akses kami. Warga ingin menyeberang dengan mudah dan aman tanpa harus mempertaruhkan nyawa,” tambahnya.(ana)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.