Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Tertipu Janji Bupati yang Luluskan PNS Hanya Anak Asli Papua

Natan Pahabol
Natan PahabolFoto / BERITA UTAMA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca


Jayapura,fajarpapua.com
Pengangkatan CPNS di sejumlah Kabupaten/kota di Papua terus menuai sorotan.

Angota DPR Papua dari daerah penilihan (dapil) Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang Natan Pahabol menangapi adanya aksi demo terkait pengumuman hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2018 Kabupaten Yahukimo yang mendapat protes dari pelamar, terutama dari orang asli Yahukimo.

Aksi demo itu terjadi pada Senin, 3 Agustus 2020 lalu di Dekai, Ibukota Kabupaten Yahukimo, yang dilakukan para pelamar CPNS yang tak puas dengan hasil test tersebut.

“Ada demo di Yahukimo, mereka menyampaikan tuntutan kepada pemerintah terkait hasil pengumuman CPNS tahun 2018,” kata Natan Pahabol saat dihubungi Fajar Papua, Kamis.

Natan yang juga merupakan anggota Komisi V DPR Papua yang membidangi Pendidikan itu, mengaku mendapatkan informasi jika aksi unjuk rasa itu, berawal dari janji bupati setempat, bahwa akan memprioritaskan 100 persen untuk Orang Asli Papua, namun kenyataannya lain.

“Karena merasa janjinya bupati tidak ditepati, maka mereka melakukan demo. Tentu saya sebagai Anggota DPR Papua dari Daerah Pemilihan Kabupaten Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang, merasa kecewa dan prihatin atas hasil CPNS yang diumumkan itu sebab tidak ada keberpihakan untuk Orang Asli Papua, khususnya untuk anak-anak asli Yahukimo,” beber Natan.

“Kenapa ada demo, berarti tidak 100 persen yang lulus CPNS itu OAP, sehingga ada demo karena mereka menuntut janji bupati bahwa sebelumnya mengumumkan 100 persen, tapi realitanya tidak. Tentu saya prehatin dan kecewa tidak ada keberpihakan untuk Orang Asli Papua, khususnya anak-anak Yahukimo,” timpalnya dengan nada kesal.

Apalagi lanjut Natan Pahabol, dalam pendaftaran CPNS formasi tahun 2018 itu, orang asli Yahukimo yang mendaftar hampir mencapai 1.000 orang.(eci)