Lewati ke konten utama

IFRC 2026 Sukses Digelar, Freeport Buktikan Diri Jadi Tuan Rumah yang Mumpuni

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.54 WIT5 menit baca0 dibaca
Closing Ceremony and Awarding Night IFRC 2026
Closing Ceremony and Awarding Night IFRC 2026Foto / PT Freeport
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan 8th Indonesia Fire and Rescue Competition (IFRC) 2026.

Ajang bergengsi bagi para personel pemadam kebakaran dan penyelamatan dari berbagai perusahaan energi dan pertambangan di Indonesia itu resmi ditutup melalui seremoni Closing Ceremony and Awarding Night di Mimika Sport Complex (MSC), Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (31/10).

Kesuksesan penyelenggaraan IFRC 2026 menjadi bukti kesiapan PT Freeport Indonesia dalam mendukung peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapsiagaan personel fire and rescue di Tanah Air.

Selama enam hari pelaksanaan, sejak 25 hingga 30 Oktober 2026, sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan energi dan pertambangan di Indonesia ambil bagian dalam kompetisi yang menguji kemampuan menghadapi berbagai situasi kedaruratan tersebut.

Tidak hanya sukses menghadirkan kompetisi berstandar tinggi, Freeport Indonesia juga mampu mengemas IFRC 2026 menjadi sebuah kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, dunia industri, serta pengembangan sektor keselamatan dan penyelamatan.

Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran stan pameran yang menampilkan berbagai aspek operasional pertambangan, termasuk area underground mine.

Keterlibatan pelaku UMKM lokal dan panggung hiburan turut memberikan warna tersendiri selama pelaksanaan kompetisi.

Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan adalah tidak adanya peserta yang mengalami cedera maupun insiden fatal selama kompetisi berlangsung.

"Freeport Indonesia selaku tuan rumah, 8th IFRC berjalan lancar. Kementerian ESDM bangga atas berdirinya Fire Ground Kuala Kencana dan berharap fasilitas ini dapat menjadi rumah bagi para rescuer dan tim tanggap darurat," ujar Periyadi.

Ia menjelaskan, sebanyak 136 peserta mengikuti berbagai kategori perlombaan yang dirancang untuk menguji keterampilan teknis, ketahanan fisik, kecepatan, ketepatan, serta kemampuan bekerja sama dalam situasi darurat.

Sejumlah kategori yang dipertandingkan meliputi Competency Test, Road Accident Rescue (RAR), Confined Space Rescue (CSR), High Angle Rescue (HAR), Rescue Fire Fighting, Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR), Underwater Rescue and Recovery (UWRR), hingga Firefighter Combat Challenge (FCC).

Selain itu, terdapat kategori Firefighter Competency Test (FCT) dan Structural Fire Fighting (SFF).

Fire Ground Kuala Kencana Jadi Warisan Penting IFRC 2026

Salah satu kontribusi penting Freeport Indonesia sebagai tuan rumah adalah menghadirkan Fire Ground Kuala Kencana sebagai fasilitas pelatihan dan simulasi penyelamatan.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan internal perusahaan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kemampuan dan kesiapsiagaan personel fire and rescue dari berbagai perusahaan maupun unsur tanggap darurat lainnya.

Dengan fasilitas tersebut, pengalaman dan manfaat IFRC 2026 diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi ditutup, tetapi dapat terus berlanjut melalui kegiatan pelatihan, simulasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

IFRC Bukan Sekadar Ajang Perebutan Juara

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i, dalam sambutannya pada penutupan IFRC 2026 menegaskan bahwa kompetisi tersebut bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara.

Menurutnya, IFRC merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapsiagaan personel fire and rescue, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan di sektor pertambangan, energi, dan industri berisiko tinggi.

Ia mengatakan, kemampuan para peserta merupakan sumber daya strategis yang dapat mendukung operasi pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR) yang dikoordinasikan Basarnas.

"Kami memandang IFRC sebagai wadah penting untuk menguji kemampuan, berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan profesionalisme personel fire and rescue, khususnya dalam mengantisipasi kedaruratan di sektor pertambangan, energi, dan industri berisiko tinggi," ujarnya.

Syafi’i juga mengapresiasi seluruh peserta, observer, praktisi fire and rescue, serta panitia yang telah menyukseskan penyelenggaraan IFRC 2026.

Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang meraih gelar juara, tetapi juga sejauh mana para peserta mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari.

"Keberhasilan kita bukan tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang seberapa siap kita menyelamatkan jiwa ketika pertolongan dibutuhkan. Karena setiap jiwa yang kita selamatkan adalah investasi yang tidak ternilai bagi bangsa dan negara," tegasnya.

Syafi’i berharap pengalaman dan semangat kolaborasi yang terbangun selama IFRC 2026 dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing serta memperkuat sinergi dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan di Indonesia.

Promosi Mimika dan Papua Tengah di Mata Nasional

Selain menjadi ajang peningkatan kompetensi, penyelenggaraan IFRC 2026 juga memberikan kesempatan bagi Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta dan tamu dari berbagai wilayah Indonesia.

Kehadiran 17 tim dari 16 perusahaan, perwakilan pemerintah, praktisi keselamatan, serta berbagai pemangku kepentingan menjadikan Timika sebagai pusat perhatian komunitas fire and rescue nasional selama penyelenggaraan berlangsung.

Malam penutupan semakin meriah dengan pemutaran video perjalanan kompetisi dan profil 17 tim peserta. Penampilan Iyakoko Patea Choir serta Sanggar Seni dan Tari Peteke turut memberikan sentuhan budaya lokal dalam seremoni penganugerahan penghargaan.

IFRC sendiri pertama kali diselenggarakan pada 1995 dan kini berkembang menjadi salah satu kompetisi bergengsi di Indonesia dalam bidang penyelamatan, pemadaman kebakaran, serta penanggulangan keadaan darurat.

Dengan suksesnya penyelenggaraan 8th IFRC 2026, Freeport Indonesia tidak hanya mencatatkan keberhasilan sebagai tuan rumah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan budaya keselamatan, peningkatan kapasitas rescuer, serta pengembangan potensi penyelamatan nasional.

Kompetisi boleh berakhir, tetapi semangat profesionalisme, kolaborasi, dan kesiapsiagaan untuk menyelamatkan nyawa diharapkan terus hidup setelah IFRC 2026 resmi ditutup. (red)