Timika, fajarpapua.com - Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan, kontribusi perusahaan kepada negara diproyeksikan mencapai lebih dari Rp100 triliun setiap tahunnya ketika PTFI nantinya mencapai kapasitas produksi 100 persen.
Hal tersebut disampaikan Tony Wenas saat ditemui di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Senin (17/8).
Tony mengatakan, sepanjang 2025 PTFI telah memberikan kontribusi kepada negara sekitar Rp75 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp13 triliun menjadi bagian pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dan kabupaten lainnya di Papua Tengah.
“Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kita yang tidak pernah surut untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kita menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya.
Menurut Tony, peningkatan kapasitas produksi PTFI akan berdampak terhadap besarnya kontribusi perusahaan bagi negara.
“Ketika nantinya kita mencapai kapasitas produksi 100 persen, maka kontribusi PTFI bagi negara akan mencapai lebih dari Rp100 triliun setiap tahunnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Tony menyampaikan Smelter PTFI di Gresik telah siap untuk kembali beroperasi. Bersama Smelter PT Smelting yang juga dimiliki PTFI, kedua fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas pemurnian sekitar 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
Sementara itu, pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar yang diproyeksikan menjadi salah satu sumber produksi utama PTFI pada masa depan terus berjalan.
Investasi pengembangan tambang bawah tanah tersebut telah mencapai sekitar Rp25 triliun dan secara keseluruhan diproyeksikan mencapai Rp72 triliun.















