Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Potowayburu Disiapkan Jadi Pintu Gerbang Barat Mimika, Infrastruktur dan Akses Jalan Jadi Fokus Utama

Kantor Distrik Mimika Barat Jauh
Kantor Distrik Mimika Barat JauhFoto / BERITA UTAMA
Redaksi2 menit baca1.522 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh (MBJ) mulai menyiapkan Potowayburu sebagai pintu gerbang di wilayah barat Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kawasan yang selama ini dikenal terpencil itu diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus jalur penghubung strategis menuju wilayah pesisir barat Mimika.

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus R. Kukuareyau mengatakan, pengembangan Potowayburu sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mendorong transformasi kampung menjadi kawasan perkotaan mandiri dan produktif.

“Potowayburu memiliki posisi strategis dan potensi sumber daya alam yang besar. Ke depan, kawasan ini disiapkan menjadi kota kecil sekaligus pintu gerbang bagian barat Mimika,” ujar Everardus, Senin (1/6).

Menurutnya, pemerintah distrik bersama masyarakat mendukung penuh rencana pembangunan tersebut.

Saat ini, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Mimika tengah menyusun kajian pengembangan kawasan Potowayburu.

Kajian tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pembukaan akses transportasi darat yang selama ini menjadi kendala utama.

Salah satu fokus pembangunan yakni penyediaan air bersih bagi masyarakat di kampung-kampung sekitar Potowayburu.

Saat ini, fasilitas air bersih baru tersedia di ibu kota distrik, sementara beberapa kampung lain seperti Tapormai masih mengalami keterbatasan layanan dasar.

“Kami berharap program prioritas air bersih bisa segera menjangkau kampung-kampung yang kondisinya masih sangat memprihatinkan,” katanya.

Selain itu, pembangunan jalan penghubung Potowayburu menuju Kapiraya hingga tersambung ke jalur Trans Nabire–Timika menjadi proyek strategis yang diharapkan membuka keterisolasian wilayah.

Tim teknis dari OPD terkait bahkan telah melakukan pengukuran awal untuk mendukung rencana pembangunan akses darat tersebut.

Jika akses jalan terbuka, Potowayburu diyakini akan berkembang pesat sebagai kawasan ekonomi baru di barat Mimika.

Wilayah ini memiliki potensi hasil laut melimpah seperti ikan tenggiri, cakalang, udang musiman hingga lobster.

Tidak hanya itu, hasil hutan seperti rusa, babi hutan, biawak dan satwa khas Papua seperti kus-kus juga menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat.

Namun selama ini, potensi tersebut belum dimanfaatkan maksimal akibat minimnya akses transportasi dan terbatasnya jaringan distribusi hasil alam ke Kota Timika.

“Kalau jalan sudah terbuka sampai Timika, tentu masyarakat lebih mudah menjual hasil laut maupun hasil hutan yang ada,” jelas Everardus.

Pemerintah berharap, pengembangan Potowayburu tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik semata, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses.

Dengan dukungan infrastruktur, konektivitas jalan dan penguatan ekonomi lokal, Potowayburu diproyeksikan menjadi simpul pertumbuhan baru sekaligus kota pintu gerbang bagian barat Mimika di masa mendatang. (red)

Potowayburu Disiapkan Jadi Pintu Gerbang Barat Mimika, Infrastruktur dan Akses Jalan Jadi Fokus Utama | Fajar Papua