Biak Numfor, fajarpapua.com – Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Senin (1/6).
Tangisan keluarga pecah saat lima korban meninggal dunia akibat ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II dimakamkan dalam satu liang lahat.
Sebelum dimakamkan, kelima jenazah terlebih dahulu disemayamkan di Ruang Jenazah RSUD Biak Numfor untuk mengikuti ibadah pelepasan yang dipimpin Pdt. Gideon Kawer.
Lima korban yang dimakamkan dalam satu liang lahat yakni Israel Raubaba (7), Yisrel Raubaba (5), Karmila Ayorbaba (25), Delfin Raubaba (41), dan Moris Raubaba (24).
Sejumlah keluarga korban tak kuasa menahan tangis saat peti jenazah diangkat menuju liang lahat yang telah dipersiapkan di TPU Sorido.
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pasca-ledakan.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut.
“Atas nama Polda Papua, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan penghiburan dan kekuatan,” katanya.
Temukan 13 Potongan Tubuh
Sementara itu, Tim SAR gabungan menemukan 13 serpihan atau potongan tubuh yang diduga milik korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II saat melakukan pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang di Kompleks Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.
Pencarian melibatkan puluhan personel SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta warga yang menyisir wilayah laut dan pinggiran pantai.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, pencarian difokuskan pada area ring 2 yakni wilayah laut dan pesisir pantai.
“Tim SAR gabungan masih terus mencari tiga korban yang dinyatakan hilang. Pencarian kami fokuskan di ring 2 yakni wilayah laut dan pinggiran pantai. Dari pencarian itu, tim berhasil menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh yang diduga milik para korban,” ujarnya.
Seluruh potongan tubuh yang ditemukan langsung dievakuasi ke RSUD Biak untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua dijadwalkan tiba di Biak pada Selasa (2/6) ini guna melakukan identifikasi terhadap temuan tersebut.
“Setelah ditemukan, seluruh potongan tubuh itu sudah dievakuasi ke RSUD Biak. Rencananya tim DVI Polda Papua melakukan proses identifikasi terhadap potongan tubuh yang ditemukan,” jelas Ari.
Hingga Senin (1/6) tadi malam, jumlah korban luka akibat ledakan tercatat sebanyak 18 orang.
Dari jumlah tersebut, dua orang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Biak.
Selain itu, sebanyak 56 warga terpaksa mengungsi akibat ledakan tersebut, terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.
Kapolres memastikan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan akan dilanjutkan dengan fokus penyisiran di wilayah perairan dan pantai.
“Kita tetap akan melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan. Tim SAR Gabungan akan fokus pencarian di perairan dan pantai. Sementara untuk ring 1, tim jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi di area yang diduga merupakan sumber ledakan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi ledakan karena diduga masih terdapat bahan peledak aktif yang membahayakan keselamatan warga.
“Imbauan kita kepada masyarakat untuk tidak memasuki ring 1 karena lokasinya masih sangat berbahaya dan ini juga berlaku bagi aparat seluruhnya,” tegasnya. (red)

