Timika, fajarpapua.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah kebakaran yang menimpa Gereja St. Fransiskus Poumako, Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Zusy Herawati Rettob, mengunjungi jemaat gereja tersebut, Jumat (29/5).
Kunjungan itu dilakukan untuk memberikan dukungan moral kepada umat sekaligus memastikan proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah ibadah dapat segera berjalan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Mimika didampingi Penjabat Sekda Mimika Bram Kateyau, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Fransiskus Bokeyau, Kepala Distrik Mimika Timur Reimon Tanser, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Samuel Yogi.
Bupati Johannes Rettob menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran yang dialami jemaat Gereja St. Fransiskus Poumako. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika akan hadir membantu masyarakat dalam proses pembangunan kembali gereja tersebut.
“Kami turut merasakan kesedihan yang dialami oleh seluruh jemaat. Namun kami percaya, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, gereja ini akan kembali berdiri dan menjadi tempat ibadah yang lebih baik bagi umat,” ujar Bupati Rettob.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, Bupati Mimika bersama Ketua TP-PKK juga menyerahkan bantuan dana pembangunan guna mendukung proses pembangunan kembali gereja yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Kedatangan Bupati Mimika dan rombongan disambut hangat oleh Ketua Dewan Paroki serta seluruh jemaat. Ketua Dewan Paroki Herman Dumatubun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta respon cepat pemerintah daerah terhadap musibah tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Bupati bersama Ibu Ketua TP-PKK beserta rombongan. Respon cepat yang diberikan menunjukkan kepedulian yang besar kepada umat dan masyarakat. Ini menjadi semangat bagi kami untuk bangkit dan melanjutkan pembangunan gereja,” ungkap Herman.
Ia menjelaskan, Gereja St. Fransiskus Poumako memiliki sekitar 1.200 umat yang aktif mengikuti berbagai kegiatan pelayanan dan peribadatan. Karena itu, musibah kebakaran tidak hanya berdampak pada bangunan fisik gereja, tetapi juga mempengaruhi aktivitas rohani jemaat.
Herman juga mengungkapkan bahwa dalam bulan ini telah terjadi dua peristiwa kebakaran yang menimpa rumah ibadah. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi ujian berat bagi umat, namun sekaligus memperlihatkan kuatnya solidaritas dan kebersamaan masyarakat.
“Dalam bulan ini ada dua gereja yang mengalami musibah kebakaran. Tentu ini menjadi duka bagi kami, namun perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah serta seluruh masyarakat memberikan kekuatan bagi umat untuk tetap teguh dan bangkit kembali,” katanya.
Menurutnya, bantuan dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah tidak hanya membantu secara material, tetapi juga menjadi penguat moral bagi jemaat yang sedang menghadapi masa sulit pascakebakaran.
Kunjungan Bupati Mimika ini menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membantu pemulihan pascamusibah serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Mimika. (tim)

