Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik peringatan keras dari Paus Leo XIII terkait bahaya yang mengintai di balik perkembangan kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini muncul di tengah perlombaan teknologi global yang semakin memperebutkan dominasi, berpotensi mengancam nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam ensiklik berjudul 'Magnifica Humanitas' yang diterbitkan pada 25 Mei 2023, Paus Leo XIII menegaskan perlunya batasan dalam penggunaan AI, terutama agar teknologi ini tidak digunakan sebagai alat kekuasaan dan perang. Ia menyoroti bahaya dari algoritma yang semakin kuat dan data yang melimpah, yang sering kali didorong oleh keinginan geopolitik dan ekonomi.
Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Turk, memuji sikap Paus tersebut sebagai langkah penting dalam menjaga martabat manusia di era teknologi. Ia menegaskan bahwa, meskipun inovasi harus didukung, AI harus diperlakukan sebagai alat untuk meningkatkan kehidupan manusia, bukan sebagai instrumen dominasi dan kekerasan.
Paus Leo XIII juga menegaskan bahwa teknologi pintar, terutama dalam sektor militer, harus dikendalikan secara ketat. Ia menolak keras penggunaan AI dalam keputusan yang menyangkut nyawa manusia dan menyarankan agar teknologi ini dilucuti dari fungsi militer, guna menghindari perang bersenjata yang tidak bermoral. Pernyataan ini menandai kritik tajam terhadap teori 'perang yang adil' yang pernah dianut oleh pemerintahan Donald Trump.
Walaupun kritis terhadap penyalahgunaan teknologi, Vatikan menegaskan bahwa pembatasan AI bukan berarti menolak inovasi, melainkan mencegah agar teknologi tidak menguasai umat manusia. Paus Leo XIII menegaskan bahwa melucuti senjata dari AI harus dilakukan demi melindungi nilai-nilai kemanusiaan dan menghindari dominasi teknologi yang merusak hak asasi manusia.
Dalam konteks global, PBB memproyeksikan bahwa pasar AI akan mencapai nilai US$4,8 triliun pada 2033, meningkat 25 kali lipat dari saat ini. Situasi ini menuntut kolaborasi internasional dan dialog serius antara lembaga keagamaan, pakar teknologi, dan pemimpin dunia untuk menegakkan prinsip etika dalam pengembangan AI.

