Militer Kuwait melaporkan telah menghadang serangan rudal dan drone Iran yang menyasar pangkalan udara milik Amerika Serikat di wilayahnya. Menurut pernyataan resmi, sirene peringatan berbunyi di seluruh negeri saat pertahanan udara Kuwait aktif menangkis ancaman tersebut.
Kantor berita nasional Kuwait menyebutkan bahwa sistem pertahanan mereka berhasil mencegat serangan dari Iran, meskipun rincian lokasi dan jumlah drone yang berhasil diadang tidak diungkapkan secara detail. Militer Kuwait menegaskan bahwa setiap suara ledakan yang terdengar merupakan hasil dari upaya sistem pertahanan mereka menangkis serangan musuh.
Dalam situasi ini, pemerintah Kuwait menginstruksikan warga untuk tetap waspada dan mengikuti semua protokol keamanan yang berlaku, demi menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat di tengah ketegangan yang meningkat. Kejadian ini menambah ketegangan regional terkait konflik di Timur Tengah, terutama antara Iran dan Amerika Serikat.
Sementara itu, di tengah ketegangan di kawasan, harga minyak dunia mengalami kenaikan. Hal ini dipicu oleh serangan balasan AS yang menargetkan instalasi drone Iran, termasuk di pusat kendali di Bandar Abbas, sebagai respons terhadap serangan sebelumnya. Pejabat AS mengonfirmasi bahwa mereka menembak jatuh empat drone Iran dan menyerang stasiun kendali yang meluncurkan drone kelima, meningkatkan ketegangan di jalur strategis Selat Hormuz.

