Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Ketegangan di Bolivia Meningkat, Ratusan Demonstran Tuntut Presiden Mundur

Ketegangan di Bolivia Meningkat, Ratusan Demonstran Tuntut Presiden Mundur
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi1 menit baca6 kali dibaca

Ribuan warga Bolivia kembali turun ke jalan dalam demonstrasi besar yang memasuki hari ke-20, menuntut pengunduran diri Presiden Rodrigo Paz. Aksi unjuk rasa yang awalnya bertujuan menuntut perubahan kini berubah menjadi kerusuhan yang memanas, dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah.

Sejak awal Mei, situasi politik Bolivia semakin memanas, dengan demonstrasi besar-besaran yang didukung oleh Organisasi Serikat Buruh Bolivia. Mereka menilai pemerintahan Paz, yang baru menjabat selama enam bulan, tidak mampu memenuhi harapan rakyat dan melakukan reformasi yang diperlukan.

Dalam beberapa hari terakhir, kerusuhan semakin intensif, dengan bentrokan keras antara demonstran dan aparat kepolisian. Bentrokan tersebut menyebabkan beberapa luka dan kerusakan fasilitas umum, memperburuk ketegangan yang sudah memuncak di berbagai kota besar di Bolivia.

Sementara itu, pemerintah Bolivia berusaha meredam ketegangan melalui dialog, namun aksi turun jalan tetap berlangsung. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan berlanjutnya kekerasan dan ketidakstabilan politik yang dapat berimbas luas terhadap stabilitas nasional dan perekonomian negara.