Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Jejak Batu Jumrah: Dari Lemparan Jemaah Haji ke Pengolahan Ulang

Jejak Batu Jumrah: Dari Lemparan Jemaah Haji ke Pengolahan Ulang
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi1 menit baca0 kali dibaca

Setiap tahunnya, jutaan batu kerikil dilemparkan oleh jemaah haji saat melaksanakan ritual lempar jumrah di Mina. Setelah dilemparkan, batu-batu ini tidak hilang begitu saja, melainkan mengikuti proses pengumpulan dan pengolahan yang kompleks.

Menurut penjelasan dari otoritas terkait, batu kerikil yang dilemparkan jatuh ke ruang bawah tanah fasilitas Jamarat, yang kedalamannya mencapai 15 meter. Dari sana, batu-batu tersebut dikumpulkan menggunakan sabuk konveyor, kemudian menjalani proses penyaringan dan penyemprotan air untuk membersihkan debu dan kotoran.

Batu kerikil yang sudah bersih selanjutnya dipindahkan ke area khusus untuk disimpan dan didistribusikan kembali. Proses ini dilakukan setiap musim haji, memastikan batu tersebut siap digunakan kembali di tahun berikutnya. Organisasi seperti Asosiasi Amal Haji dan Mu'tamer bersama Perusahaan Pengembangan Kidana turut berperan penting dalam pengelolaan batu kerikil ini, menyediakan lebih dari 80.000 kantong setiap musim haji untuk kebutuhan jamaah di berbagai titik di Mina dan Muzdalifah.

Dengan proses ini, batu kerikil yang dilemparkan bukan hanya menjadi bagian dari ritual spiritual, tetapi juga melalui pengolahan berkelanjutan yang mendukung keberlanjutan pelaksanaan ibadah haji secara aman dan higienis.