Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

China dan Pakistan Tolak Partisipasi Taiwan di Sidang WHO Tahunan

China dan Pakistan Tolak Partisipasi Taiwan di Sidang WHO Tahunan
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca1 kali dibaca

Sidang tahunan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) di Jenewa kembali menegaskan penolakan terhadap partisipasi Taiwan sebagai pengamat, memperpanjang catatan tidak diundangnya Taiwan sejak 2016. Pada WHA ke-79 yang berlangsung dari 18 hingga 23 Mei, proposal tersebut kembali ditolak oleh Komite Umum dan Sidang Pleno, menimbulkan perdebatan sengit antara China dan negara-negara pendukung Taiwan.

China memperkuat sikapnya dengan menegaskan prinsip 'Satu China', menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari China dan bahwa only pemerintah Republik Rakyat China yang sah mewakili seluruh China. Beijing juga merujuk pada Resolusi PBB 2758 tahun 1971 dan Resolusi WHA 25.1 tahun 1972 yang menegaskan bahwa hanya Beijing yang diakui sebagai perwakilan China di PBB dan WHO.

Namun, organisasi medis di Taiwan, Foundation of Medical Professionals Alliance in Taiwan (MPAT), menuduh China memanipulasi interpretasi resolusi tersebut. Mereka menegaskan bahwa Taiwan yang dipilih secara demokratis adalah satu-satunya wakil rakyat Taiwan di forum internasional, dan bahwa hubungan lintas selat sebenarnya dipicu oleh kebijakan Beijing yang memanipulasi situasi untuk memperkuat klaimnya.

Sementara itu, beberapa negara seperti Palau dan Paraguay tetap mendukung partisipasi Taiwan, menilai pengecualian tersebut mengancam keamanan kesehatan global dan memperlambat pertukaran informasi kritis selama pandemi COVID-19. Mereka menegaskan bahwa isu ini lebih dari sekadar politik dan menyangkut hak atas standar kesehatan tertinggi sebagai hak dasar manusia.