Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

IAEA Kecam Serangan Drone Dekat Pembangkit Nuklir UEA

IAEA Kecam Serangan Drone Dekat Pembangkit Nuklir UEA
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Badak Energi Atom Internasional (IAEA) mengecam keras serangan drone yang menimpa fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (17/5). Kepala IAEA, Rafael Grossi, menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa ancaman terhadap keamanan fasilitas nuklir tidak bisa ditoleransi.

Insiden tersebut terjadi di Pembangkit Listrik Nuklir Barakah, yang terletak di wilayah Al Dhafra sekitar 200 kilometer dari Abu Dhabi. Menurut Kementerian Pertahanan UEA, drone yang menyerang merupakan salah satu dari tiga drone yang masuk dari arah perbatasan barat. Drone itu menabrak generator listrik di luar perimeter fasilitas dan menyebabkan kebakaran, namun tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada reaktor nuklir.

Pejabat dari Korea Electric Power Corporation (KEPCO), yang mengelola pembangkit tersebut, mengonfirmasi bahwa tidak ada kerusakan kritis dan bahwa salah satu reaktor sempat dihentikan sementara sebagai langkah pencegahan. Selain itu, otoritas setempat memastikan bahwa sistem penting tetap beroperasi normal dan keselamatan fasilitas tetap terjaga.

Sementara itu, penyelidikan tengah dilakukan oleh Kementerian Pertahanan UEA untuk mengidentifikasi sumber serangan drone. Pembangkit Listrik Barakah, yang mulai beroperasi pada 2020, merupakan salah satu proyek energi penting UEA dan menyumbang sekitar 25% kebutuhan listrik nasional. Pihak berwenang menegaskan bahwa keamanan fasilitas tetap terjamin dan mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi demi menghindari penyebaran berita tidak terverifikasi.