New Delhi, CNN Indonesia — Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menegaskan pentingnya peran blok ekonomi BRICS di tengah meningkatnya disrupsi dan tantangan dalam perdagangan global. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di New Delhi, India, pada Kamis (14/5).
Retno menyampaikan bahwa BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, mewakili sekitar 28-30 persen PDB dunia dan hampir 45 persen dari populasi global. Potensi ekonomi besar ini menjadikan BRICS sebagai kekuatan penting dalam peta ekonomi dunia dan mitra dagang utama bagi Indonesia, kata Retno kepada media.
Menlu RI menambahkan bahwa dalam situasi perdagangan dunia yang semakin tidak pasti, dengan adanya upaya unilateral dan gangguan terhadap perdagangan bebas, BRICS dapat menjadi alternatif yang bermanfaat. Ia menilai bahwa diversifikasi kerja sama ekonomi antar anggota sangat penting untuk memperkuat posisi negara berkembang dan mengurangi ketergantungan terhadap satu kawasan atau negara tertentu.
Retno juga menegaskan bahwa BRICS memiliki peran strategis dalam mendorong sistem perdagangan yang adil, terbuka, dan non-diskriminatif. Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS sejak 6 Januari 2025, sebagai langkah memperkuat solidaritas dan kerja sama negara-negara Global South, serta mendukung reformasi multilater dalam rangka memajukan kepentingan negara berkembang dan perdamaian dunia.
Dengan bergabungnya Indonesia, diharapkan penguatan posisi negara berkembang dalam sistem ekonomi global dapat terus ditingkatkan, sekaligus memperjuangkan kepentingan bersama di tengah tantangan disrupsi perdagangan internasional.

