Timika, fajarpapua.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika melalui Pokja I melaksanakan sosialisasi pencegahan perkawinan usia dini di SMP Negeri 1 Amar, Distrik Amar, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Bidang Pokja I TP PKK Mimika dan disambut Kepala Sekolah SMPN 1 Amar Salpinus Sombalayuk S.Pd bersama para guru dan siswa.

Dalam kegiatan itu, Pokja I menyampaikan sosialisasi terkait dampak perkawinan usia dini dari perspektif ajaran Katolik. Program tersebut merupakan gerakan bersama TP PKK Pusat, Provinsi hingga Kabupaten Mimika.
Mewakili Ketua TP PKK Mimika Suzy Rettob dan Wakil Ketua Perina Kemong, Ketua Bidang Pokja I menjelaskan, sosialisasi dilakukan karena perkawinan usia dini masih terjadi di Indonesia termasuk di Kabupaten Mimika.
“Dampaknya sangat besar mulai dari putus sekolah, KDRT, kurang gizi pada ibu dan anak, kesulitan ekonomi, kehilangan masa depan hingga tekanan mental,” ujarnya.
Ia menuturkan, penyebab perkawinan usia dini diantaranya kurangnya pengetahuan, pergaulan bebas, pengaruh media massa, rasa ingin mencoba serta ketidakmampuan mengendalikan diri.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa terlebih dahulu diminta menyampaikan cita-cita mereka dimasa depan. Berbagai jawaban disampaikan siswa mulai dari ingin menjadi guru, guru agama, polisi hingga tentara.
Materi kemudian dilanjutkan dengan tema “Pandangan Iman Katolik Tentang Masa Depan”. Dalam pemaparannya disampaikan, setiap anak merupakan ciptaan Tuhan yang berharga dan memiliki tujuan hidup yang baik sehingga masa muda harus digunakan untuk belajar dan mempersiapkan masa depan.
Selain itu, Gereja Katolik mengajarkan perkawinan merupakan sakramen suci yang harus dipersiapkan secara matang dari sisi umur, pikiran, iman dan tanggung jawab.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya perkawinan usia dini seperti terhentinya pendidikan, belum siap menjadi orang tua, meningkatnya risiko KDRT hingga risiko kesehatan bagi perempuan yang hamil di usia muda.
Pada kegiatan sosialisasi itu, siswa diingatkan untuk menjaga diri dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, memilih pergaulan yang baik serta fokus mengejar cita-cita.
“Kalian masih memiliki masa depan panjang. Jangan terburu-buru menjadi dewasa sebelum waktunya. Sekolah dulu, kejar cita-cita dan banggakan orang tua,” tuturnya.
Usai kegiatan sosialisasi di SMP Negeri 1 Amar, Tim Pokja I melanjutkan kunjungan persaudaraan dan kegiatan rohani ke Stasi Amar, Paroki Bintang Laut Kokonao.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempererat persaudaraan serta merasakan kasih Tuhan bersama Bunda Maria, bertepatan dengan Bulan Mei yang dalam liturgi Gereja Katolik dikenal sebagai Bulan Maria.
Pada kesempatan itu, Tim Pokja I mewakili Ketua TP PKK Mimika Suzy Rettob dan Wakil Ketua Perina Kemong menyerahkan satu paket perlengkapan rohani kepada pengurus stasi.
Paket tersebut diserahkan Ketua Bidang I Axamina Kotouki bersama Ketua Pokja Hj Erny Yakib didampingi anggota PKK. Bantuan berupa palung Keluarga Kudus, salib berdiri, kitab suci, Madah Bakti, buku ibadat lingkungan, buku saku doa, tempat lilin dan tempat persembahan untuk mendukung ibadat komunitas basis di lingkungan gereja.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama pengurus dewan stasi.
Pada malam harinya, TP PKK Mimika melaksanakan doa rosario bersama di Pendopo Kantor Distrik Amar yang dihadiri Ketua TP PKK Mimika Suzy Rettob, Wakil Ketua Perina Kemong serta para pengurus PKK.
“Kami baru pertama kali merayakan doa seperti ini. Iman kami kepada Tuhan lewat doa rosario bersama membangkitkan semangat iman kami kembali,” kata seorang warga.
Selanjutnya pada Selasa (12/5), TP PKK Mimika menghadiri pelantikan Pengurus PKK Distrik Amar. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bidang I Axamina Kotouki bersama Ketua Pokja Hj Erny Yakib kembali menyerahkan paket perlengkapan rohani kepada Dewan Stasi Ipaya, Paroki Bintang Laut Kokonao.
Usai pelantikan, rombongan TP PKK Mimika dipimpin Suzy Rettob dan Perina Kemong bertolak menuju Kampung Ipaya menggunakan perahu Camar Papua.

