Jakarta, Fajar Papua - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan kunjungan ke Vatikan dan mengadakan pertemuan penting dengan Paus Fransiskus pada Kamis (7/5). Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh membahas hubungan diplomatik antara AS dan Takhta Suci serta situasi konflik di Timur Tengah yang tengah memanas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyatakan bahwa pertemuan ini menegaskan kedekatan hubungan kedua negara serta komitmen mereka dalam mempromosikan perdamaian dan menghormati hak asasi manusia di kawasan yang sedang dilanda ketegangan tersebut. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Vatikan, Pietro Parolin, menambahkan bahwa Rubio dan Paus membahas upaya untuk mencapai perdamaian abadi di Timur Tengah dan memperkuat kerja sama dalam kebebasan beragama.
Kunjungan Rubio ke Vatikan dilakukan di tengah situasi ketegangan yang meningkat akibat konflik antara Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran sejak akhir Februari. Selain itu, kunjungan ini juga bertepatan dengan ketegangan yang pernah terjadi antara Paus Fransiskus dan mantan Presiden Donald Trump terkait perang dan kebijakan luar negeri AS. Paus Fransiskus menegaskan bahwa ajaran Yesus sebagai Raja Damai menekankan perdamaian, bukan kekerasan, meskipun kawasan sekitarnya sedang dilanda konflik.
Dalam berbagai pernyataannya, Paus Fransiskus menyampaikan bahwa peperangan dan kekerasan membuat hati Tuhan sedih. Ia menegaskan bahwa Tuhan tidak mendukung tindakan orang-orang yang menyebabkan kerusakan dan ketidakadilan, serta menyerukan agar dunia lebih mengedepankan perdamaian. Peristiwa ini menunjukkan peran penting Vatican dan tokoh agama dalam memperjuangkan stabilitas dan kedamaian di tengah ketegangan internasional yang terus berlangsung.

