Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Iran Tolak Negosiasi Tekanan, Rusia dan Pakistan Dukung Dialog Setara

Iran Tolak Negosiasi Tekanan, Rusia dan Pakistan Dukung Dialog Setara
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca8 kali dibaca

Dalam upaya memperkuat proses diplomasi, Iran menegaskan penolakan terhadap negosiasi yang dilakukan di bawah tekanan atau ancaman dari pihak manapun. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan kunjungan ke tiga negara kunci, Pakistan, Oman, dan Rusia, untuk memperkuat koordinasi dan membahas perkembangan regional yang relevan.

Sementara itu, pernyataan dari pejabat internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, menyoroti sikap Amerika Serikat yang dianggap menghambat kemajuan negosiasi dengan Iran. Ia menegaskan bahwa pemerintahan AS di bawah Donald Trump harus berhenti mengintimidasi Iran jika ingin mencapai kesepakatan damai. Ulyanov menyebut, strategi AS yang mengandalkan tekanan militer dan sanksi tidak efektif dan justru memperpanjang konflik.

Di tengah ketegangan, AS dan Iran sempat berencana menggelar putaran kedua negosiasi sebelum masa gencatan senjata yang berlangsung dari 7 hingga 22 April berakhir. Sayangnya, perundingan tersebut batal terjadi, dan AS kemudian memperpanjang gencatan tanpa memberi kejelasan waktu. Iran menegaskan bahwa negosiasi harus dilakukan secara setara dan dalam suasana yang aman, menolak praktik tekanan yang dianggap tidak adil.

Kunjungan Abbas Araghchi ke tiga negara tersebut diharapkan mampu memperkuat dialog dan mencari solusi damai di tengah dinamika regional yang semakin kompleks. Dukungan dari negara-negara seperti Rusia dan Pakistan menunjukkan pentingnya pendekatan diplomatik yang inklusif dan setara dalam menyelesaikan konflik Iran dan Amerika Serikat.