Iran secara tegas menyampaikan kritik keras terhadap sikap tidak konsisten Amerika Serikat, yang dinilai menunjukkan retorika munafik di mata dunia. Dalam unggahan di media sosial X pada Kamis (23/4), pejabat Iran menegaskan komitmennya terhadap dialog dan penyelesaian konflik secara damai.
Juru bicara Iran, Pezehshkian, menyoroti blokade dan tindakan AS yang menargetkan kapal-kapal Iran, yang dianggapnya sebagai hambatan utama dalam proses negosiasi. Ia menambahkan bahwa dunia menyaksikan ketidak konsistenan Amerika yang berjanji damai namun melakukan tindakan yang sebaliknya, mengabaikan prinsip dialog.
Ia menegaskan bahwa Iran tetap terbuka terhadap dialog dan kesepakatan, berbeda dengan sikap Amerika yang selama ini dipenuhi ancaman dan tekanan. Pezehshkian juga menyinggung ketidaksesuaian antara klaim dan tindakan AS, yang disebutnya menunjukkan sikap munafik di mata dunia internasional.
Dalam konteks ini, negosiasi antara Iran dan AS sempat mengalami jalan buntu setelah gencatan senjata selama dua minggu berakhir pada 22 April. Meski kedua negara sempat menggelar perundingan di Islamabad, proses negosiasi belum membuahkan hasil, dan Iran menegaskan tidak akan berpartisipasi jika diwarnai oleh ancaman.

