Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Macron Serukan Dunia Hindari Ketergantungan pada AS dan China

Macron Serukan Dunia Hindari Ketergantungan pada AS dan China
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca1 kali dibaca

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengajak negara-negara di seluruh dunia untuk tidak bergantung secara berlebihan pada kekuatan hegemonik seperti Amerika Serikat dan China. Seruan ini disampaikan Macron saat melakukan kunjungan ke Korea Selatan pada Jumat, 3 April, di mana ia menegaskan perlunya membangun koalisi independen yang tidak tunduk pada kekuatan besar tersebut.

Dalam sebuah pidato di Yonsei University, Seoul, Macron menyampaikan bahwa tujuan utama adalah menghindari ketergantungan penuh terhadap AS maupun China. Ia menegaskan bahwa negara-negara harus bersatu membentuk 'jalan ketiga' yang melibatkan Korea Selatan, Prancis, negara-negara Eropa lainnya, Kanada, Jepang, India, Brasil, dan Australia. Macron percaya bahwa dengan kolaborasi tersebut, negara-negara ini dapat menciptakan posisi yang lebih mandiri dalam politik internasional.

Seruan Macron muncul di tengah ketegangan diplomatik dengan Amerika Serikat, terutama terkait perbedaan pandangan soal konflik di Iran dan sikap terhadap NATO. Ia menegaskan bahwa negara-negara besar seperti AS harus bertanggung jawab dan tidak boleh lagi mengancam stabilitas global. Macron juga menyinggung ketidakpuasan Prancis terhadap dukungan AS dalam konflik tersebut, termasuk larangan penggunaan pangkalan udara Prancis oleh militer AS.

Selain itu, Macron menyoroti bahwa kebijakan militer yang agresif tidak akan menyelesaikan masalah. Ia menyatakan bahwa France menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan membuka jalan operasi militer di Selat Hormuz, dan beraliansi dengan Rusia serta China dalam menentang langkah tersebut. Pernyataan ini menegaskan sikap independen Prancis dalam urusan internasional di tengah dinamika geopolitik yang sedang berkembang.