Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Thailand Putuskan Perusahaan Tambang Emas Bayar Kompensasi kepada Warga

Thailand Putuskan Perusahaan Tambang Emas Bayar Kompensasi kepada Warga
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Pengadilan di Thailand memerintahkan perusahaan tambang emas milik Kingsgate Consolidated, melalui anak usahanya Akara Resources, membayar ganti rugi kepada ratusan warga desa di Provinsi Phichit. Keputusan ini muncul setelah puluhan tahun warga menuntut keadilan atas dampak kerusakan lingkungan dan kesehatan akibat aktivitas tambang Chatree yang beroperasi sejak 2001 dan sempat ditutup pada 2016 sebelum kembali beroperasi tiga tahun lalu.

Majelis hakim menyatakan bahwa kegiatan perusahaan telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat sekitar, yang bergantung pada sumber air dan lingkungan tersebut. Dalam sidang, hakim menegaskan bahwa operasi tambang telah melanggar hak warga dan merusak sumber penghidupan mereka. Sebanyak 382 warga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam gugatan class action ini. Pengadilan memerintahkan perusahaan membayar kompensasi sebesar 200.000 baht (sekitar Rp94 juta) per orang dalam waktu satu bulan, jika tidak, aset mereka bisa disita.

Selain pembayaran ganti rugi, pengadilan juga memerintahkan penutupan salah satu kolam limbah tambang karena dianggap berisiko bagi masyarakat. Sebagian warga hadir dalam sidang dengan membawa spanduk bertuliskan, \"Emas di lehermu dibuat dari air mata kami,\" sebagai simbol perjuangan mereka. Organisasi advokasi Manushya Foundation menyambut positif putusan ini, meski menegaskan perjuangan warga belum berakhir dan akan terus menekan penutupan kolam limbah lainnya serta mengajukan banding untuk tambahan kompensasi.

Meski hasil ini menjadi kemenangan bagi warga, tidak semua merasa puas. Seorang petani, Pimkwan Sinthornthammatas, menyatakan ganti rugi yang diberikan tidak sepadan dengan kerugian yang mereka alami akibat kerusakan lingkungan dan kehilangan cara hidup tradisionalnya. Sementara itu, perwakilan Akara Resources menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, menyikapi kompleksitas hukum yang ada.