Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

YPMAK Menyimak Suara Warga Beane-Tsinga dan Harapan Perbaikan Pelayanan

Screenshot 2026-02-09 120558
Screenshot 2026-02-09 120558Foto / YPMAK
Redaksi FP3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Lembah Tsinga yang dikelilingi pegunungan tinggi menyimpan denyut kehidupan masyarakat Kampung Beane–Tsinga, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Di wilayah pedalaman ini, akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan, sehingga kehadiran Program Kampung Sehat menjadi tumpuan harapan banyak warga.

Pada 18–22 November 2025, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama mitranya, Yayasan Ekologi Papua (YEP), melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selama lima hari, tim YPMAK menyatu dengan aktivitas warga, menyimak cerita, mendengar keluhan, sekaligus mencatat berbagai perubahan yang telah terjadi sejak Program Kampung Sehat hadir di kampung ini.

Monev tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi ruang dialog antara pengelola program dan masyarakat penerima manfaat.

Staf Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Frans Korinus Wabiser menegaskan kehadiran tim di Beane– Tsinga membawa misi yang lebih dalam daripada sekadar penilaian laporan kegiatan. Kunjungan ini menjadi sarana untuk melihat secara langsung bagaimana program diterima, dijalankan, dan dirasakan oleh masyarakat.

“Yang kami lihat bukan hanya program berjalan atau tidak, tetapi bagaimana masyarakat penerima manfaat merasakan kehadiran layanan ini. Apa dampaknya, baik positif maupun negatif,” kata Frans.

Monev dilakukan untuk menilai tingkat penerimaan masyarakat terhadap berbagai kegiatan Kampung Sehat, sekaligus mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan programdengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan rencana kerja yang telah disepakati sejak awal.

Pendekatan ini penting agar setiap kegiatan yang dilakukan tetap berada pada jalur yang benar dan memberikan manfaat maksimal.

Dalam pertemuan bersama warga, apresiasi mengalir terhadap kehadiran tim Kampung Sehat. Masyarakat menilai program ini sangat membantu, terutama dalam pelayanan kesehatan dasar yang sering kali terkendala ketika tenaga kesehatan dari Puskesmas Tsinga tidak berada di tempat.

Di saat-saat seperti itulah, peran tim Kampung Sehat menjadi sangat berarti. “Kehadiran tim kampung
sehat bukan hanya mendampingi masyarakat, tetapi juga menopang pelayanan puskesmas. Ketika tenaga
kesehatan puskesmas turun, tim ini yang tetap memastikan layanan berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, hasil monev juga mencatat sejumlah temuan yang perlu segera ditindaklanjuti. Temuan tersebut bukan berkaitan dengan teknis pelayanan kesehatan, melainkan persoalan internal yang menjadi tanggung jawab manajemen Yayasan Ekologi Papua.

Frans menilai penyelesaian persoalan ini bersifat mendesak agar tidak berdampak pada kinerja petugas di lapangan. “Jika tidak diselesaikan tuntas, hal ini bisa berdampak terhadap para petugas di lapangan, baik secara moral maupun fisik,” tegasnya.

Bagi YPMAK, monev ini menjadi momentum refleksi sekaligus perbaikan. Evaluasi yang dilakukan diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan Kampung Sehat serta memastikan seluruh aspek
pendukung berjalan selaras, sehingga manfaat program semakin dirasakan oleh masyarakat Beane–Tsinga.


Program Kampung Sehat YPMAK sebagai bagian dari pengelolaan dana kemitraan PT Freeport Indonesia,
memiliki tujuan besar dan terukur. Program ini diarahkan untuk terwujudnya layanan kesehatan primer
yang terstandar di wilayah intervensi, menurunnya prevalensi malaria dan stunting, serta meningkatnya
pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat masyarakat.

Selain itu, Kampung Sehat juga mendorong meningkatnya indikator Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat, penguatan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam
upaya kesehatan, serta peningkatan kapasitas organisasi lokal dampingan dalam tata kelola dan implementasi program kesehatan.

Di Beane–Tsinga, monev Kampung Sehat bukan hanya menilai angka dan laporan, tetapi menyimak suara
masyarakat dan merawat harapan akan pelayanan kesehatan yang semakin baik dan berkelanjutan di
tanah pegunungan Papua Tengah.(ots-1)