Timika, fajarpapua.com- Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Kampung di Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk memperkuat pemberdayaan dan perekonomian masyarakat.
Pembentukan Pokja Kampung tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Kampung 2026 antara YPMAK dan Pokja Kampung Pigapu.
Staf Divisi Program Ekonomi YPMAK Dwi Iksan Kanang di Timika, Kamis, mengatakan Program Kampung bertujuan memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan perekonomian kampung melalui berbagai kegiatan yang dikelola secara bersama.
"Tujuan Program Kampung adalah memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat di kampung dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Masyarakat wajib bekerja terlebih dahulu sebelum mendapatkan penghasilan," katanya.
Ia menjelaskan Program Kampung 2026 di Kampung Pigapu berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga Januari 2027 dengan masa pelaksanaan selama delapan bulan.
Menurut Dwi, pelaksanaan program harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, termasuk melalui penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ), pemasangan papan informasi kegiatan, serta pelibatan aparat kampung dalam setiap tahapan program.
Selain itu, YPMAK yang merupakan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia mewajibkan keterlibatan perempuan dalam pelaksanaan program dengan alokasi minimal 40 persen penerima manfaat berasal dari kalangan perempuan.
Sementara itu, Ketua Pokja Kampung Pigapu Herman Tahiripau mengajak masyarakat mendukung dan menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan, khususnya pengembangan perkebunan kelapa.
Menurut Herman, kondisi geografis Kampung Pigapu yang berada di kawasan pesisir sangat mendukung pertumbuhan tanaman kelapa.
"Kelapa di Pigapu tumbuh subur karena berada di wilayah pantai. Buahnya besar dan pertumbuhannya cukup cepat," ujarnya.
Ia menjelaskan pada 2025 masyarakat telah menanam kelapa di lahan seluas sekitar 100 meter x 550 meter. Pada 2026, areal tanam direncanakan diperluas dengan target mencapai ribuan pohon kelapa.
Herman berharap pengembangan komoditas kelapa melalui Program Kampung dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kampung Pigapu pada masa mendatang.(ant)



