Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Guru di Pedalaman Papua Perlu Tambahan Dana Selama Pandemi Covid-19

Christian Sohilait
Christian SohilaitFoto / BERITA UTAMA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Wamena, fajarpapua.com

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilait mengatakan guru-guru di pedalaman provinsi itu perlu mendapat tambahan dana selama pandemi COVID-19.

Christian Sohilait saat di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat mengatakan, guru-guru yang tidak terjangkau layanan internet itu membutuhkan dana transportasi untuk mendukung mereka saat mengajar siswa dari rumah ke rumah.

"Kita perlu memberikan dana langsung kepada guru-guru yang tidak ada radio, tidak buku dalam jumlah besar untuk dibagi kepada anak-anak, tidak ada jaringan internet, tetapi mereka jalan ke rumah-rumah untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada anak-anak," ujarnya.

Christian mengaku telah menyampaikan hal itu dalam diskusi dengan pihak kementerian. Termasuk menyampaikan terkait bantuan pengadaan radio untuk menunjang pembelajaran di 66 persen wilayah yang tidak memiliki layanan internet.

"Kami apresiasi kementerian yang sudah berikan Rp7,2 triliun untuk membantu pulsa data kepada 34 persen wilayah yang ada jaringan. 66 persen tidak dapat jaringan, karena itu dalam diskusi saya dengan kementerian, saya sudah sampaikan," katanya.

Menurut dia, solusi kegiatan belajar mengajar yang diterapkan di kawasan tanpa layanan internet adalah dengan membagikan radio. Radio itu akan digunakan oleh pelajar untuk memantau sistem belajar yang dipandu melalui RRI.

"Kami dinas pendidikan dalam beberapa waktu ini sudah terus mendistribusikan radio, tetapikan terbatas, karena itu pemerintah perlu intervensi," bebernya.

Mantan Sekda Lanny Jaya ini mengatakan pelajar pedalaman Papua juga membutuhkan buku pelajaran khusus yang mudah dipahami dalam mendukung aktivitas belajar mereka yang terbatas akibat COVID-19.

"Kita juga perlu buku cetak yang konteks Papua yang perlu menolong anak-anak seluruh Papua yang tidak dapat sinyal," katanya.(ant)