Lewati ke konten utama

YPMAK Perkuat Pembelajaran Kontekstual Siswa SD Taruna Papua

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.08 WIT2 menit baca79 dibaca
Murid SD SATP memberikan toping pada pizza yang dibuat dalam field trip edukasi di Pizza Hut Cabang Timika
Murid SD SATP memberikan toping pada pizza yang dibuat dalam field trip edukasi di Pizza Hut Cabang TimikaFoto / YPMAK
Bagikan berita ini
Aa

Timika, Fajarpapua.com- Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, memperkuat pembelajaran kontekstual bagi siswa SD melalui kegiatan field trip edukasi di Pizza Hut Cabang Timika.

Kegiatan yang berlangsung secara bertahap pada 28–30 September dan 2 Oktober 2026 itu diikuti 151 siswa kelas 3A hingga 3G bersama 14 guru pendamping dari SD Taruna Papua-Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).

Kepala SD Taruna Papua Sonianto Kuddi di Timika,Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa.

"Kegiatan field trip siswa kelas 3 ke Pizza Hut merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara langsung melalui pengalaman nyata," kata Sonianto.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melihat dan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pizza.

Para siswa diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan, area kerja, standar suhu penyimpanan dan pemanggangan, serta mendapat kesempatan mempraktikkan pemberian topping pada adonan pizza.

Ia menjelaskan pengalaman tersebut kemudian dikaitkan dengan sejumlah materi pembelajaran di sekolah, seperti pecahan dan bangun datar dalam matematika, perubahan wujud benda dan suhu, serta teks prosedur dalam Bahasa Indonesia.

"Anak-anak tidak hanya mengenal proses pembuatan pizza, tetapi juga menghubungkan berbagai konsep yang telah dipelajari di kelas,"ujarnya.

Menurut Sonianto, kegiatan itu sekaligus mengajarkan nilai kebersihan, kedisiplinan, kerja sama dan tanggung jawab kepada siswa melalui pengalaman langsung.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Kelas Kecil (1–3) Agatha Klarasia Efanty menambahkan pembelajaran melalui field trip memiliki relevansi dengan materi yang dipelajari siswa di sekolah.

"Kegiatan ini memiliki relevansi yang kuat dengan pembelajaran di kelas, khususnya materi pecahan, bangun datar, teks prosedur, serta kebutuhan hidup sehari-hari," tutur dia.

Agatha berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan dengan mengangkat tema yang sesuai dengan perkembangan serta kebutuhan siswa.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi. Para siswa menceritakan kembali pengalaman yang mereka peroleh selama kegiatan sebelum kembali ke sekolah.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran di SD Taruna Papua diarahkan tidak hanya untuk memahami materi secara teoritis, tetapi juga membantu siswa melihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.