Timika, fajarpapua.com – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan mahasiswa STKIP Hermon Timika. Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), puluhan mahasiswa turun ke sejumlah titik di Kota Timika untuk menggalang dana bagi masyarakat yang terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi kemanusiaan dimulai Minggu (23/8) menyasar sejumlah lokasi strategis, diantaranya kawasan Diana, Pasar Lama dan Timika Mall.
Ketua BEM STKIP Hermon Timika, Ardi Ansa Keliandan mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk empati mahasiswa terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi musibah.
“Kami turun ke jalan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat NTT yang sedang mengalami bencana. Pada hari pertama, penggalangan dana dimulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIT dan berhasil menghimpun donasi sebesar Rp15 juta,” ujarnya.
Penggalangan dana dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, dengan target dana yang dihimpun berkisar Rp20 hingga Rp30 juta.
Ardi mengatakan bantuan sementara difokuskan dalam bentuk uang tunai. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui jaringan relawan yang berada di wilayah terdampak agar dapat diterima dan dimanfaatkan secara tepat sasaran.
“Kami sudah memiliki relasi di NTT yang akan menerima dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, saat ini kami mengutamakan pengumpulan dana,” jelasnya.
Aksi sosial tersebut melibatkan sekitar 30 mahasiswa yang terdiri dari pengurus BEM dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan STKIP Hermon Timika.
Ardi berharap kepedulian masyarakat Timika yang turut memberikan donasi dapat menjadi dukungan bagi warga NTT untuk bangkit dari bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi kami percaya kepedulian dan kasih kepada sesama jauh lebih berarti,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua BEM STKIP Hermon Timika, Fransiskus Febrianto Peang Kiloona Meing mengatakan, aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya berorientasi pada jumlah dana yang terkumpul, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian.
“Yang terpenting bukan hanya jumlah uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi bagaimana kami belajar memiliki rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Semoga aksi ini menginspirasi mahasiswa maupun organisasi lain untuk ikut bergerak membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ungkap Rian, sapaan Febrianto.
Aksi tersebut menjadi wujud solidaritas mahasiswa STKIP Hermon Timika terhadap masyarakat NTT. Melalui gerakan sederhana, mereka berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi warga yang terdampak bencana. (moa)














