Lewati ke konten utama

MTQ XIII Mimika Resmi Dibuka, Diikuti 268 Peserta dari Lima Distrik

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.28 WIT2 menit baca136 dibaca
Foto bersama usai pembukaan resmi MTQ XIII Kabupaten Mimika di Masjid Baiturrahman SP4, Distrik Wania.
Foto bersama usai pembukaan resmi MTQ XIII Kabupaten Mimika di Masjid Baiturrahman SP4, Distrik Wania.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIII tingkat Kabupaten Mimika resmi dibuka oleh Bupati Mimika Johannes Rettob di Masjid Baiturrahman SP4, Distrik Wania, Jumat (12/6/2026).

Sebanyak 268 peserta dari lima distrik mengikuti ajang tersebut. Mereka berasal dari Distrik Wania, Mimika Baru, Kuala Kencana, Mimika Timur, dan Iwaka.

Ketua Umum Panitia MTQ XIII Mimika Ustadz Firdaus Amir menjelaskan, Distrik Wania mengirimkan 86 peserta, Mimika Baru 79 peserta, Kuala Kencana 58 peserta, Mimika Timur 37 peserta, dan Iwaka 23 peserta.

Pelaksanaan lomba dibagi di sejumlah lokasi. Cabang Tilawah dan Tartil dipusatkan di Masjid Baiturrahman SP4, Khat dan Kaligrafi di Aula TPQ Baiturrahman, Hifzil Qur’an di Masjid At-Taubah SP1, Syahril Qur’an di Aula DDI SP1, serta Fahmil Qur’an di Masjid Al-Muhajirin SP1.

Dalam sambutannya, Johannes Rettob mengatakan, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana membangun karakter dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kitab suci.

“Melalui MTQ ini kita tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Johannes, MTQ memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia ditengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang terus berlangsung.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menjaga harmoni ditengah masyarakat Mimika.

“Mimika adalah rumah bagi berbagai suku, budaya, bahasa dan agama. Keberagaman itu merupakan kekuatan besar yang harus terus kita rawat untuk membangun daerah ini secara bersama-sama,” katanya.

Johannes juga meminta dewan hakim menjalankan tugas secara profesional dan objektif.

Sementara kepada para peserta, ia berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan. “Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Sementara itu, Firdaus Amir menyebut MTQ XIII Mimika menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya proses seleksi peserta menggunakan aplikasi e-MTQ.

“Seleksi peserta sudah menggunakan aplikasi e-MTQ sehingga prosesnya lebih tertata dan transparan,” bebernya.

Ia menambahkan, MTQ tingkat kabupaten ini kembali digelar setelah kurang lebih 24 tahun, sehingga menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali syiar Al-Qur’an dan mempererat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Mimika. (moa)