Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Dibuka Bupati, TP-PKK Mimika Tanam 400 Pohon Kelor di Kampung Nawaripi

Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, dan Sekda Mimika bersama TP-PKK Kabupaten Mimika melakukan penanaman serentak 400 pohon kelor di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Jumat (5/6).
Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, dan Sekda Mimika bersama TP-PKK Kabupaten Mimika melakukan penanaman serentak 400 pohon kelor di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Jumat (5/6).Foto / Mimika
Redaksi Fajar Papua2 menit baca12 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika menanam 400 pohon kelor di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Jumat (5/6), bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Kegiatan bertema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” itu tidak hanya ditujukan untuk mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting dan penguatan ketahanan pangan keluarga.

Ketua Panitia, Tuty Kaliki mengatakan gerakan penanaman kelor lahir dari kepedulian terhadap masih adanya kasus stunting di Kabupaten Mimika. Menurutnya, kelor merupakan tanaman yang kaya nutrisi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Penanaman 400 pohon kelor ini dilakukan secara serentak sebagai bagian dari gerakan bersama dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk tanaman bernilai gizi tinggi,” ujarnya.

Sementara Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob menjelaskan program tersebut merupakan tindak lanjut dari program prioritas TP-PKK Provinsi Papua Tengah yang diterapkan hingga tingkat distrik dan kampung.

Ia mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk menghadirkan aksi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Hari Lingkungan Hidup bukan hanya seremoni tahunan, tetapi kesempatan menghadirkan langkah nyata yang berdampak bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Suzy menjelaskan, kelor dipilih karena mudah dibudidayakan dan memiliki kandungan gizi tinggi, diantaranya vitamin A, vitamin C, protein, zat besi, serta berbagai mineral yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama bagi ibu dan anak.

Selain sebagai bahan pangan, tanaman kelor juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan herbal dan produk kecantikan alami. Kampung Nawaripi dipilih sebagai lokasi percontohan untuk mengedukasi masyarakat mengenai budidaya dan pemanfaatan tanaman kelor.

“Harapannya masyarakat dapat memelihara dan memanfaatkan tanaman ini sebagai sumber pangan keluarga yang sehat dan mudah diperoleh,” katanya.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengapresiasi inisiatif TP-PKK Mimika yang dinilai mampu menghubungkan isu lingkungan dengan kebutuhan masyarakat akan pangan bergizi.

Menurut Bupati Rettob, gerakan penanaman kelor sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik karena selain menjaga lingkungan, juga mendukung ketahanan pangan keluarga dan memberikan kontribusi terhadap upaya penurunan stunting di Kabupaten Mimika,” bebernya.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan bagi kesehatan keluarga maupun pelestarian lingkungan. (moa)

Dibuka Bupati, TP-PKK Mimika Tanam 400 Pohon Kelor di Kampung Nawaripi | Fajar Papua