Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Breakingnews : Check Point Kuala Kencana Dipalang, Karyawan dan Anak Sekolah Terjebak Antrean Kendaraan

Tampak massa aksi membentangkan spanduk menutup akses jalan masuk dan keluar Check Point Kuala Kencana
Tampak massa aksi membentangkan spanduk menutup akses jalan masuk dan keluar Check Point Kuala KencanaFoto / Mimika
Redaksi Fajar Papua2 menit baca337 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Akses masuk Check Point Kuala Kencana sempat diblokade oleh sekelompok warga pada Kamis (4/6) pagi.

Aksi pemalangan tersebut mengakibatkan kemacetan panjang dan menghambat aktivitas masyarakat yang hendak memasuki kawasan Kuala Kencana.

Pantauan di lokasi, massa aksi membentangkan spanduk di jalur akses masuk serta menutup sebagian akses keluar masuk kendaraan.

Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dan antrean kendaraan mengular cukup panjang.

Kemacetan tersebut berdampak pada aktivitas anak sekolah dan para karyawan yang hendak bekerja.

Untuk menghindari kepadatan yang lebih parah, pihak keamanan bersama aparat Kepolisian mengarahkan kendaraan melalui akses jalan alternatif.

Sementara itu, sepeda motor milik anak sekolah diarahkan untuk diparkir di halaman Polsek Kuala Kencana guna mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi aksi.

Informasi yang diterima fajarpapua.com menyebutkan aksi tersebut dilakukan oleh massa dari Yayasan Taurek Natkime yang meminta pengelolaan besi tua.

Aksi itu disebut melibatkan sekitar 25 orang dan dipimpin oleh Marini Natkime serta Arianis Mahal.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi pemalangan tersebut.

Namun, menurutnya, situasi sudah kembali kondusif.

“Iya benar, tapi sudah dibuka,” ujar Kapolres melalui pesan singkat.

Aparat Kepolisian kemudian membubarkan aksi tersebut sehingga akses keluar masuk Check Point Kuala Kencana kembali normal dan arus lalu lintas berangsur lancar kembali. (ron)

Breakingnews : Check Point Kuala Kencana Dipalang, Karyawan dan Anak Sekolah Terjebak Antrean Kendaraan | Fajar Papua