Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Dinas Perikanan Mimika Bangun Tempat Pembesaran Kepiting

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca1 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com- Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Papua Tengah membangun tempat pembesaran kepiting bakau (keramba tangkap) di wilayah itu guna mendukung dan membantu para nelayan yang ada di wilayah pesisir Mimika.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Clemens Ohoilulin di Timika, Jumat, mengatakan keramba tangkap tersebut dibangun guna mendorong budidaya kepiting di wilayah itu serta membantu meningkatkan ekonomi masyarakat Mimika khususnya di wilayah pesisir Mimika.

"Kami berencana membangun tempat pembesaran atau penangkaran kepiting untuk masyarakat kita yang ada di pesisir," ujar

Ia berharap dapat berkolaborasi dengan PT Freeport Indonesia untuk bersama-sama membangun tempat pembesaran kepiting.

"Kepiting menjadi salah satu komoditas yang memilik nilai ekonomi yang tinggi khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir Mimika" ujarnya.

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan di wilayah Mimika yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi yang telah dipasarkan ke luar Mimika bahkan di ekspor sampai ke Singapura dan Malaysia.

Selain kepiting beberapa komoditas yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi adalah udang dan ikan khususnya ikan baramundi (kakap putih).

Clemens mengatakan selain membangun tempat pembesaran kepiting Dinas Perikanan Mimika juga berencana di 2027 juga akan melakukan pelepasan (restocking) bibit ikan nila dan ikan mas di sungai, waduk dan juga lokasi bekas galian C yang ada di Mimika.

Sebelumnya Bupati Mimika Johannes Rettob saat melepas ekspor kepiting perdana kepiting ke Malaysia yang dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Rabu 13 Mei 2026. Bupati menginstruksikan kepada Dinas Perikanan agar melaksanakan melakukan program budidaya kepiting untuk masyarakat di wilayah pesisir Mimika.

“Kepiting bakau yang di ekspor ke Malaysia ini hasil tangkapan masyarakat. Kalau sekarang kita bisa ambil lama-lama habis. Tugas kami adalah bagaimana mendorong masyarakat untuk membudidayakan kepiting," kata Johannes pada kegiatan pelepasan ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor Mimika 2026 di Bandara Mozes Kilangin Timika beberapa waktu yang lalu.(ant)