Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

TPNPB OPM Ancam Tembak dan Bakar Pesawat Sipil Pengangkut Aparat ke Korowai

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca4 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) mengeluarkan ancaman terhadap pesawat sipil yang digunakan untuk mengangkut aparat keamanan ke wilayah Korowai, perbatasan Kabupaten Boven Digoel dan Yahukimo.

Ancaman tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers yang diterima media, menyusul adanya pengedropan aparat keamanan dan logistik militer menggunakan pesawat sipil dari Timika menuju Bandara Korowai Batu atau Bandara Danowage, Kampung Danowage, Distrik Kombai, Kabupaten Boven Digoel, Sabtu (23/5) sekitar pukul 15.00 WIT.

Menurut Sebby Sambom, pengiriman aparat keamanan tersebut dilakukan dalam rangka operasi militer di wilayah perbatasan Yahukimo dan Boven Digoel pasca insiden tewasnya lebih dari 10 aparat yang disebut TPNPB OPM sebagai aparat militer yang beroperasi sebagai pendulang emas ilegal.

“Kami siap dan akan jemput dalam medan perang. Tetapi kami menegaskan kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil di wilayah konflik,” kata Sebby Sambom dalam keterangannya.

Ia menyebut operasi tersebut melibatkan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Mayor Kumis Passe, Mayor Dejang Heluka, serta Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan dari Batalyon Yamue dan Kanibal.

TPNPB OPM juga mengklaim telah menerima laporan dari personel intelijen mereka di Bandara Korowai terkait pengedropan aparat keamanan menggunakan dua pesawat sipil dari Timika.

Dalam pernyataannya, Sebby Sambom mengancam seluruh pesawat sipil yang digunakan untuk pengangkutan aparat keamanan akan menjadi sasaran serangan.

“Pengedropan aparat keamanan dari Timika ke Korowai menggunakan pesawat sipil, diperintahkan seluruh pesawat wajib ditembak dan dibakar,” ujarnya.

Selain itu, TPNPB OPM juga menyerukan warga sipil non-Papua yang berada di wilayah konflik bersenjata agar segera meninggalkan daerah tersebut karena operasi bersenjata disebut akan meningkat.

Mereka juga kembali menegaskan sikap politik terkait perjuangan kemerdekaan Papua dan menyebut operasi bersenjata akan terus dilakukan di sejumlah wilayah konflik seperti Yahukimo, Korowai, Intan Jaya, Nduga, Pegunungan Bintang, Puncak, Puncak Jaya, Maybrat, dan Nabire.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait ancaman tersebut maupun pengedropan aparat ke wilayah Korowai.(ron)